: WIB    --   
indikator  I  

Sukuk Dana Haji untuk pembangunan

Oleh Khairunnisa Musari
( Dosen FEBI dan Pascasarjana IAIN Jember, Wakil Sekretaris Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jawa Timur )
Sukuk Dana Haji untuk pembangunan

“Any combination of assets (or the usufruct of such assets) can be represented in the form of written financial instruments which can be sold at a market price provided that the composition of the groups of assets represented by the sukuk consist of a majority of tangible assets”~ (The Fiqh Academy of OIC, 1988)

Polemik penggunaan dana haji untuk pembangunan masih terus bergulir. Setoran awal jamaah haji yang diwacanakan untuk membiayai pembangunan, utamanya pembangunan infrastruktur, menuai pro kontra. Salah satu yang menyeruak adalah kepantasan penggunaan dana haji oleh pemerintah untuk membiayai pembangunan.

Jika disimak, pemberdayaan dana haji untuk negara sebenarnya sudah dilakukan pemerintah sejak 2009 melalui penerbitan Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI).

SDHI adalah sukuk negara yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan (Kemkeu) kepada Kementerian Agama (Kemnag) selaku investor pemegang dana haji dan dana abadi umat (DAU) melalui private placement berdasarkan kesepakatan bersama pada 22 April 2009.

Pada awalnya, dana yang terhimpun melalui SDHI digunakan untuk menambal defisit anggaran sebagaimana dana penerbitan sukuk negara lainnya. Sukuk saat itu sekedar menjadi alat mobilisasi dana untuk kepentingan tersebut.

Dorongan untuk diterbitkannya sukuk berbasis proyek kemudian menguat. Pasalnya, secara filosofis, sukuk sebagai instrumen keuangan syariah harus berperan sebagai alat distribusi kekayaan serta dituntut untuk menjembatani sektor keuangan dan sektor riil.   

Sukuk proyek  

Sejak diterbitkannya Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), isu yang terus digaungkan oleh penggiat ekonomi dan keuangan syariah adalah mendorong diterbitkannya sukuk proyek.

Sejak penerbitan perdana, pemerintah telah didesak untuk segera merealisasikan agar sukuk berperan lebih terhadap perekonomian nasional.

Feedback   ↑ x
Close [X]