| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tahun penuh tantangan

Rabu, 03 Januari 2018 / 14:13 WIB

Tahun penuh tantangan

Ekonomi global diprediksikan membaik di tahun 2018. World Bank memprediksikan ekonomi global akan tumbuh di angka 2,8%. Meski masih dihantui ketidakpastian dan ambiguitas, kinerja ekonomi global akan ditopang oleh terus membaiknya manufaktur, komoditas dan kinerja keuangan global yang mulai stabil.

Efeknya juga akan menjalar ke kinerja negara emerging market, termasuk kawasan Asia. Sebab, seirama pertumbuhan ekonomi dunia, harga komoditas global akan naik dan menggerakkan ekspor dan impor barang komoditas dan manufaktur negara emerging market. Indonesia misalnya mencatatkan kinerja pertumbuhan industri diatas pertumbuhan ekonomi sebesar 5,49% dengan total kontribusi terhadap ekonomi nasional sebesar 17,76% di kuartal III-2017.

Optimisme perbaikan ekonomi global menjadi momentum untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik. Modal ini penting untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Ancaman jebakan kelas menengah (middle income trap) merupakan tantangan jangka panjang yang serius bagi ekonomi domestik. Demografi yang didominasi usia produktif menjadi berkah sekaligus bencana bagi Indonesia.

Jepang dan Argentina menjadi pelajaran yang baik. Berkat ledakan demografi usia produktif, Jepang mampu menjadi negara maju karena sukses mengakselerasi pertumbuhan ekonomi terutama penciptaan lapangan kerja bagi usia produktif.

Sebaliknya, ledakan kelas menengah menjadi bencana bagi Argentina. Ketika usia produktif meningkat, Argentina tidak mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, pengangguran melonjak, sehingga tua sebelum kaya.

Dengan pendapatan per kapita US$ 3.600, Indonesia dihadapkan pada tantangan menaikkan pendapatan per kapita menjadi US$ 12.615 pada 2030 agar ledakan usia produktif menjadi berkah seperti halnya Jepang. Selain tantangan jangka panjang, tantangan jangka pendek juga menjadi warning bagi kinerja ekonomi internasional Indonesia.

Meskipun ekonomi global membaik, tahun 2018 masih diselimuti situasi yang ambigu dan tak menentu. Ancaman proteksionisme global terutama AS akan membayangi ketidakpastian dunia tahun 2018. Instabilitas geopolitik Timur Tengah yang membuat ketidakpastian harga minyak global juga akan berpengaruh.

Ancaman krisis utang China terutama disumbang dari utang swasta yang terus meningkat 257% dari PDB di tahun 2017 dan akan diprediksi terus meningkat menjadi 300% dari PDB di tahun 2022 akan menjadi ancaman krisis yang cukup serius mengingat China merupakan negara terbesar kedua output ekonominya.  Yang paling baru adalah ancaman krisis mata uang digital (cryptocurrency).

Ancaman pecahnya gelembung cryptocurrency memang patut diwaspadai. Financial Times menyebutkan, ancaman krisis cryptocurrency, terutama dari bitcoin, mirip dengan  fenomena krisis tulip pada abad ke 17.



Komentar
TERBARU

MARKET
IHSG
-0,52
5.821,81
-0.01%
 
US/IDR
14.102
0,09
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×