kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tantangan perekonomian tahun 2018

Jumat, 15 Desember 2017 / 15:09 WIB

Tantangan perekonomian tahun 2018

Belum lama ini diberitakan bahwa tantangan perekonomian Indonesia tahun 2018 masih relatif berat. Bank Indonesia (BI) telah menyampaikan beberapa tantangan perekonomian tahun depan yang sudah ada di depan mata. Ada tantangan yang berasal dari faktor domestik dan faktor eksternal.

Di antaranya terkait struktur ekspor Indonesia, belum meratanya negara tujuan ekspor, ketergantungan pada impor jasa, pembiayaan dari dalam negeri yang belum optimal dan potensi risiko dari berkembangnya tren ekonomi digital. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu kebijakan pengetatan moneter di beberapa negara, kondisi geopolitik, pemulihan ekonomi dunia yang belum mantap. Risiko lain adalah tren penguatan harga minyak dunia yang cenderung menguat dan depresiasi nilai tukar rupiah.

Kekhawatiran ini sebenarnya dipicu oleh rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 mengagetkan banyak pihak. Secara umum, pelaku ekonomi merasa kecewa terhadap kinerja ekonomi karena di bawah ekspektasi.

Perekonomian kuartal III hanya 5,06% year on year (yoy). Berdasarkan struktur pengeluarannya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,93%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,11%, ekspor 17,27%, konsumsi pemerintah 3,46%, konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) 6,01%, dan impor sebesar 15,09%.

Angka ini di bawah konsensus para analis yang memperkirakan ekonomi tumbuh 5,12% dan di bawah perkiraan Bank Indonesia yang memprediksi 5,17%. Memang jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal I dan II yang tumbuh 5,01%, angkanya sedikit lebih tinggi, namun realisasi yang di bawah ekspektasi memperkuat kesan bahwa ekonomi memang condong jalan di tempat.

Secara akumulatif, rata-rata pertumbuhan ekonomi tiga kuartal pertama tahun ini hanya berada 5,027%, jauh di bawah target pemerintah yang tertuang dalam APBN Perubahan 2017 yaitu sebesar 5,2%. Sepertinya target sebesar itu hampir mustahil tercapai, karena secara matematis untuk memenuhinya berarti ekonomi kuartal IV harus tumbuh 5,72%.

Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi adalah adanya perlambatan konsumsi masyarakat, karena kontribusinya terhadap pembentukan PDB adalah yang terbesar yaitu 55,68%. Angka 4,93% bahkan lebih lambat dibanding pertumbuhan kuartal II dan I yaitu  5,01% dan 4,95%. Secara lebih rinci, perlambatan konsumsi bisa dipotret dari angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Berdasarkan survei Bank Indonesia, IKK Oktober 2017 sebesar 120,7. Dibanding bulan September, turun  3,1 poin. Penyebab turunnya IKK karena dua komponen pembentuknya yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) maupun Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga turun. IKE turun 2,7 poin menjadi 107,6 dan IEK turun 3,4 poin menjadi 133,8 dibanding bulan sebelumnya.



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-146,35
5.847,28
-2.44%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×