kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tenaga kerja asing, kenapa harus bising

Jumat, 11 Mei 2018 / 15:32 WIB

Tenaga kerja asing, kenapa harus bising

Peringatan Hari Buruh tahun ini agaknya tidak semonoton tahun sebelumnya yang berkutat mengenai upah minimum pekerja. Tahun ini, isu tenaga kerja asing menjadi salah satu poin yang dikeluhkan para pekerja. Pasalnya, Peraturan Presiden No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (Perpres 20/2018) dituduh mempermudah penggunaan tenaga kerja asing oleh pemberi kerja di dalam negeri. Apakah pemerintah salah?

Perlu untuk dilihat dalam konsiderans Perpres 20/2018, urgensi dari lahirnya aturan mengenai penggunaan tenaga kerja asing ini sejalan dengan semangat pembangunan investasi yang sedang digalakkan Presiden Joko Widodo. Hampir mustahil kegiatan investasi yang melibatkan modal asing tidak berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja asing, Keterlibatan tenaga kerja asing dalam pembangunan ekonomi Indonesia adalah suatu keniscayaan.

Maka, dengan adanya Perpres 20/2018 ini sesungguhnya pemerintah tengah membangun sebuah ekuilibrium baru antara kemudahan investasi yang sedang digalakkan pemerintah dengan persoalan teknis di lapangan. Persoalan alih teknologi, biaya, dan kepastian bahwa proyek yang sedang dikerjakan di Indonesia berjalan sesuai dengan jadwal merupakan akibat tidak langsung dari pengaturan penggunaan tenaga kerja asing yang baik. Oleh karena itu, tidak sepatutnya pemerintah dipersalahkan karena memikirkan gambar besar dari pembangunan ekonomi Indonesia.

Polemik penggunaan tenaga kerja asing dihubungkan dengan masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia sebenarnya adalah simplifikasi persoalan. Padahal, faktor tingginya pengangguran di Indonesia tidak sekedar ditentukan oleh adanya kehadiran tenaga kerja asing yang meramaikan pasar tenaga kerja di Indonesia. Namun memang, yang paling mudah dalam suatu permasalahan adalah menyalahkan orang lain, dan dalam hal ini tenaga kerja asing adalah korban dari kesesatan berpikir yang dibalut dengan dalih nasionalisme.

Menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), dalam lima tahun terakhir, sekalipun fluktuatif, namun tren pengangguran di Indonesia menurun. Pada Agustus 2014, jumlah pengangguran terbuka yang dicatat BPS sebanyak 7,224 juta jiwa, sementara di Agustus 2017, pengangguran terbuka turun jadi 7 juta.

Sementara dari data Kementerian Tenaga Kerja, jumlah Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan bagi pekerja asing semakin meningkat setiap tahunnya, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Pada 2015, ada 111.536 izin, tahun 2016 sebanyak 118.088, dan tahun lalu sebanyak 126.006 izin.

Maka, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia yang berbanding terbalik dengan penggunaan tenaga kerja asing menunjukkan bahwa asumsi tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh banyaknya tenaga kerja asing di Indonesia adalah tidak tepat. Oleh karena itu, sudah saatnya mengakhiri polemik penggunaan tenaga kerja asing dan berfokus pada meningkatkan kapasitas.

Jika kapasitas tenaga kerja Indonesia tidak kalah, maka tentunya hal ini lebih menguntungkan secara ekonomi bagi pemberi kerja untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal daripada memboyong tenaga kerja asing untuk aktivitas usaha di Indonesia. Maka, tingginya tingkat pengangguran itu bukanlah kesalahan siapa-siapa, selain kegagalan kita untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Kehadiran tenaga kerja asing, justru akan menjadi booster baik terhadap pembangunan profesionalitas, kapabilitas, maupun etos kerja pekerja lokal.



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-113,07
5.993,63
-1.85%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×