| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Terlena indeks daya saing

Jumat, 06 Oktober 2017 / 15:38 WIB

Terlena indeks daya saing

World Economic Forum (WEF) telah merilis hasil indeks daya saing (The Global Competitiveness Index) 2017-2018. Indonesia berhasil naik lima peringkat dari urutan 41 menjadi 36 dari keseluruhan 138 negara. Hasil ini membuat pemerintah mengklaim sebagai buah kerja keras selama ini.

WEF mencatat naiknya peringkat Indonesia tidak lepas dari semakin besarnya ukuran pasar dan faktor makroekonomi yang kuat. Selain itu Indonesia juga mencatatkan kenaikan aspek inovasi dan kecanggihan bisnis.

Apakah betul hasil tersebut murni kerja pemerintah atau memang sudah seharusnya didapat Indonesia. Untuk itu, perlu kita bedah dari ukuran pasar.  

Adalah Adam Smith (1776) yang mengenalkan ukuran pasar sebagai aspek daya saing yang menyebut spesialisasi bisa membuat ukuran pasar jadi efisien. Artinya, ukuran pasar yang besar akan menguntungkan dari segi skala ekonomi produksi barang dan jasa. Dari sisi pemerintah, barang publik akan semakin murah karena semakin banyak wajib pajak yang dapat membiayainya.

Dari sisi perusahaan, ukuran pasar bisa membuat output produksi jadi lebih banyak yang bisa menekan faktor biaya. Ukuran pasar juga bisa membuat eksternalitas positif dalam akumulasi modal manusia (Jones, 1999).



TERBARU
MARKET
IHSG
1,71
5.872,78
0.03%
 
US/IDR
14.520
0,71
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×