: WIB    —   
indikator  I  

Terlena indeks daya saing

Oleh Andry Satrio Nugroho
( Terlena indeks daya saing )
Terlena indeks daya saing

World Economic Forum (WEF) telah merilis hasil indeks daya saing (The Global Competitiveness Index) 2017-2018. Indonesia berhasil naik lima peringkat dari urutan 41 menjadi 36 dari keseluruhan 138 negara. Hasil ini membuat pemerintah mengklaim sebagai buah kerja keras selama ini.

WEF mencatat naiknya peringkat Indonesia tidak lepas dari semakin besarnya ukuran pasar dan faktor makroekonomi yang kuat. Selain itu Indonesia juga mencatatkan kenaikan aspek inovasi dan kecanggihan bisnis.

Apakah betul hasil tersebut murni kerja pemerintah atau memang sudah seharusnya didapat Indonesia. Untuk itu, perlu kita bedah dari ukuran pasar.  

Adalah Adam Smith (1776) yang mengenalkan ukuran pasar sebagai aspek daya saing yang menyebut spesialisasi bisa membuat ukuran pasar jadi efisien. Artinya, ukuran pasar yang besar akan menguntungkan dari segi skala ekonomi produksi barang dan jasa. Dari sisi pemerintah, barang publik akan semakin murah karena semakin banyak wajib pajak yang dapat membiayainya.

Dari sisi perusahaan, ukuran pasar bisa membuat output produksi jadi lebih banyak yang bisa menekan faktor biaya. Ukuran pasar juga bisa membuat eksternalitas positif dalam akumulasi modal manusia (Jones, 1999).

Feedback   ↑ x
Close [X]