: WIB    —   
indikator  I  

Tetap wajar di tahun politik

Oleh Raden Pardede
( Wakil Ketua Umum Kadin )
Tetap wajar di tahun politik

Lembaga pemeringkat utang Moody's mengingatkan Indonesia akan efek pemilihan kepala daerah di tahun ini. Sebab Pilkada di 171 daerah akan membuat tensi politik di tahun 2018 hingga 2019 sedikit menghangat. Hanya saja kekhawatiran investor akan cenderung wait and see tidaklah mendasar dan tak didukung dengan data empiris di Indonesia.

Menurut saya, kekhawatiran tahun politik tidak ada dasar empiris yang mendukung secara history. Setiap menjelang pemilu para pengamat atau rating agency maupun riset di investment bank selalu menyatakan bahwa pemilu perlu diwaspadai sehingga menjadikan para pengusaha atau investor menjadi wait and see.

Faktanya secara historical di Indonesia, selama ini tidak ada terjadi gejolak politik yang berdampak negatif terhadap ekonomi atau bisnis kita. Yang menakjubkan, pelaksanaan pesta demokrasi politik di Indonesia belum pernah menyebabkan kerusuhan seperti yang dikhawatirkan selama ini.

Jadi menurut saya, dari hasil empiris tadi, kesimpulan Moodys tak punya dasar yang kuat. Artinya kita tidak perlu khawatir terhadap tahun efek politik 2018 dan 2019 bagi ekonomi.

Pengusaha lokal maupun asing harus bereaksi secara normal saja. Bahkan bagi sektor tertentu yang berkaitan dengan kenaikan belanja konsumsi selama pemilu justru menjadi peluang bisnis bagus karena bisnisnya berpotensi akan meningkat di tahun pemilu.

Saya melihat di tahun ini maupun tahun depan, investor asing maupun dalam negeri akan tetap berinvestasi dengan wajar. Karena pengusaha yang rasional semestinya bersikap seperti itu. Apalagi, Indonesia masih memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi investor.

Ditambah lagi, saat ini pemerintah juga terus berusaha memperbaiki iklim usaha baik dengan memperbaiki berbagai regulasi maupun pemangkasan prosedur perizinan berusaha agar lebih cepat. Dengan kondisi ini, seharusnya tak ada alasan bagi investor dalam negeri maupun dari luar negeri untuk menunda investasinya.

Reporter : Ramadhani Prihatini

Feedback   ↑ x