kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.964
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS614.076 -0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tiap tanah punya nama

Selasa, 09 Mei 2017 / 13:02 WIB

Tiap tanah punya nama

Reforma agraria (land reform) menjadi salah satu poin menarik yang ditawarkan Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Program yang identik dengan redistribusi lahan itu masuk dalam agenda prioritas era sekarang.

Akhir April 2017 lalu, land reform mulai digulirkan Jokowi. Program ini dijanjikan memberi akses lahan 9 juta keluarga miskin dan melibatkan 12,7 juta hektare lahan negara.

Merujuk pada pengalaman sejumlah negara, kesuksesan land reforma tergantung pada sejumlah hal. Misalnya, tujuan dan pilihan angle yang ingin dicapai pemerintah, hingga dukungan permodalan.

Jepang, Korea Selatan, Taiwan menghelat land reform untuk tujuan industrialisasi. Orientasi land reform fokus pada pengembangan daya dukung industri. Misalnya sebagai basis produksi komponen maupun pusat pemasok produk kebutuhan pabrikan.

Lain cerita Thailand dan Malaysia. Keduanya mengusung land reform untuk tujuan memperkuat pangan dan pertanian. Tak heran, kluster lahan land refor disulap sebagai sentra pertanian dan perkebunan.



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-29,55
6.308,15
-0.47%
 
US/IDR
13.894
0,65
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×