: WIB    —   
indikator  I  

Tiga gubernur

Oleh Barratut Taqiyyah Rafie
Tiga gubernur

Pada periode 2012-2017, dinamika kehidupan politik di DKI Jakarta sangat terasa. Bisa dibayangkan. Pertama kali dalam sejarah, Jakarta dipimpin tiga orang gubernur hanya dalam kurun waktu lima tahun! Mengingatkan saja, setelah memenangkan Pilkada DKI, pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 15 Oktober 2012. Namun, formasi kepemimpinan berubah di tengah jalan saat Jokowi mendeklarasikan diri maju sebagai kandidat presiden RI dan menang dalam Pilpres 2014.

Ahok pun naik jabatan menggantikan posisinya sebagai gubernur. Hingga akhirnya, Ahok menunjuk Djarot Saiful Hidayat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai wakilnya. Namun, keduanya gagal mempertahankan posisi mereka dalam Pilkada DKI 2017. Perolehan suara mereka kalah dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Duet Ahok-Djarot dalam memimpin Jakarta gagal dilakoni hingga akhir masa jabatan, yakni 15 Oktober 2017. Pasalnya, Ahok tersandung kasus penodaan agama dan harus menjalani hukuman penjara selama dua tahun. Vonis tersebut diputuskan pada Mei 2017.  Hingga akhirnya, Djarot pun dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta.

Kini, dalam hitungan hari, Djarot akan mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI. Menjelang berakhirnya masa tugas pada 15 Oktober 2017 mendatang, Djarot disibukkan beragam agenda. Sepanjang dua minggu yang tersisa ini, Djarot akan menuntaskan sejumlah program.

Kini, warga Jakarta tengah menanti dilantiknya pemimpin baru, Anies-Sandi. Banyak harapan yang digantungkan warga Jakarta kepada mereka. Saya sendiri sangat menantikan realisasi program-program yang ditawarkan Anies-Sandi selama masa kampanye.

Sebut saja program DP 0 rupiah, OK OCE, penghentian reklamasi, hingga penghentian penggusuran. Salah satu program yang paling saya nantikan adalah transportasi terintegrasi dengan biaya serba Rp 5.000 sekali jalan. Menurut saya, ini program yang paling menarik karena Jakarta sudah darurat macet.

Jika program ini berhasil, setidaknya tingkat kemacetan bisa ditekan karena akan menarik minat masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Setelah hiruk pikuk pilkada usai, kini giliran kita yang mengawal janji-janji tersebut agar terlaksana. Terima kasih Pak Djarot. Dan selamat bekerja Pak Anies dan Pak Sandi.

Feedback   ↑ x
Close [X]