: WIB    —   
indikator  I  

Travel umrah pun bisa bodong

Oleh Arfanda Siregar
( Dosen Manajemen Industri Politeknik Negeri Medan )
Travel umrah pun bisa bodong

Bungkusnya memang berbeda, tapi tujuan tetap sama, yaitu menghimpun dana nasabah sebanyak-banyaknya. Ada yang menggunakan koperasi, arisan, penanaman modal dan yang sedang populer travel perjalanan umroh dan haji. Dengan memanfaatkan psikologis umat Islam yang ingin ke Baitullah melaksanakan umrah, agen perjalanan menawarkan jalan pintas ke sana melalui paket promosi umrah.

Harga yang biasanya Rp 25 juta, dengan paket promosi bisa Rp 15 juta. Tentu saja, harga murah ini membuat nasabah kepincut. Bagi umat Islam ke Baitullah dalam rangka menunaikan umrah merupakan ibadah yang tinggi nilainya di mata Allah SWT. Apalagi, di tengah sulitnya melaksanakan haji, ibadah umrah menjadi alternatif sementara sebelum haji mampu dilaksanakan umat Islam.

Apalagi, fakta berbicara bisnis umrah saat ini sangat menggiurkan. Tren jamaah umrah terus menggeliat sepanjang tahun. Pada 2015, ada 717.000 orang menunaikan ibadah umrah. Tahun lalu sudah mencapai 818.000 orang

Antusias umat Islam melakukan umrah sangat ampuh. Paket promosi umrah laris manis. Jika 100  orang saja menyetorkan uang Rp 5 juta, maka dalam sekejap terkumpul dana Rp. 500 juta. Apalagi, jika sampai ribuan orang. Uang yang dihimpun oleh agen perjalanan umrah bisa ratusan milyar.

Padahal, agen perjalanan tersebut bukan lembaga keuangan, seperti bank yang memang legal menghimpun dana masyarakat. Agen juga berspekulasi. Sebagian uang yang dihimpun diinvestasikan pada bisnis yang belum pasti menguntungkan atau digunakan untuk kepentingan pribadi. Lainnya, dipakai untuk memberangkatkan jamaah umrah yang sudah jatuh tempo jadwalnya.

Cara ini tak ubahnya Ponzi Scheme (Skema Ponzi). Artinya,  dana dari investor baru dipakai membayar keuntungan kepada investor lama. Jadi, sejak awal investor baru sudah diperdaya dengan biaya umroh yang murah, padahal dananya digunakan untuk kepentingan si pemilik travel.

Agen perjalanan bagai menyimpan bom waktu. Suatu saat, mereka bakal kehabisan dana. Ketika itulah ribuan jamaah umrah baru sadar telah tertipu. Agen perjalanan bakal tak mampu memberangkatkan jamaah karena cadangan dana menipis, bahkan ludes. Sementara, mengharapkan setoran dana dari korban baru untuk memberangkatkan jamaah yang lama sangat mustahil, mengingat “belang” telah terbongkar.

Feedback   ↑ x
Close [X]