kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.590
  • EMAS593.896 0,51%

Urgensi telemedicine bagi korban gempa

Rabu, 08 Agustus 2018 / 13:19 WIB

Urgensi telemedicine bagi korban gempa



Tanpa perlu ke rumahsakit

Tak pelak lagi, teknologi informasi dan komunikasi merupakan ujung tombak manajemen informasi bencana. Tapi hingga kini, inisiatif sistem informasi bencana pemerintah daerah sangat terbatas dan masih ketinggalan zaman. Padahal sistem informasi bencana alam harus terpadu dengan sistem e-Goverment yang telah dibangun pemerintah daerah dan memenuhi ketentuan yang telah digariskan oleh International Strategy for Disaster Reduction (ISDR). Dengan empat tahapan yakni tahap tanggap darurat (response phase), tahap rekonstruksi dan rehabilitasi, tahap preventif dan mitigasi, dan tahap kesiapsiagaan (preparedness).

Kepala daerah sebagai penanggung jawab penanganan bencana mestinya juga memiliki sistem pendukung pengambilan keputusan alias decision support system (DSS) bencana alam. Sistem tersebut juga sangat membantu Kementerian Kesehatan. Dalam rangka itu modul aplikasi sistem informasi bencana yakni Emergency Medical Care Information System ( EMCIS) merupakan solusi yang tepat.

Untuk mewujudkan sistem informasi bencana diperlukan sinkronisasi dengan sistem kependudukan dan data pemukiman seperti jumlah rumah, data infrastruktur dan data kawasan yang ada didaerah tersebut. Dari data tersebut bisa dibuat sistem informasi geografis yang memperlihatkan informasi sebelum dan sesudah terjadi bencana dengan melakukan overlay.

Sistem informasi bencana yang dikembangkan harus ditetapkan terlebih dahulu spesifikasi dan ketentuan teknis. Ini akan menentukan keberhasilan pengembangan sistem, sekaligus menjadikan perencanaan dan implementasi sistem dapat berlangsung dengan sistematis dan terarah.

Pengembangan sistem informasi bencana alam yang cukup krusial adalah modul aplikasi Emergency Medical Care Information System. Setelah terjadi bencana, bantuan medis merupakan bantuan yang sangat penting. Mengingat banyak korban yang akhirnya meninggal gara-gara terlambat mendapatkan pertolongan.

Mengambil pengalaman dari kejadian gempa besar di dunia, fakta menunjukkan, sekitar 80% dari korban meninggal dunia pada 7 jam pertama setelah gempa terjadi. Sayang, seringkali kesulitan mendatangkan bantuan medis karena kerusakan infrastruktur ke daerah yang terkena bencana.

Dengan keterbatasan infrastruktur transportasi hal ini tentu saja sulit dilakukan. Disinilah arti penting dari aplikasi Emergency Medical Care Information System. Aplikasi itu mampu melakukan fungsi telemedicine, telediagnostic, teleconsultation. Penerapan telemedicine, telediagnostic dan teleconsultation memungkinkan pelayanan kesehatan korban bencana di tempat kejadian tanpa harus segera dibawa ke rumah sakit. Fungsi utama aplikasi itu adalah memudahkan diagnosa, perawatan, monitoring dan akses terhadap tenaga ahli dan informasi pasien tanpa tergantung keterbatasan jarak atau lingkungan.•

Hemat Dwi Nuryanto
Alumnus UPS Toulouse Prancis


Reporter: Tri Adi

TERBARU
MARKET
IHSG
108,39
5.892,19
1.87%
 
US/IDR
14.578
-0,28
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×