: WIB    --   
indikator  I  

Wanna Cry

Oleh Djumyati Partawidjaja
Wanna Cry

Akhir minggu ini, mendadak saja banyak orang panik. Bukan karena berbagai aksi solidaritas di berbagai daerah yang sempat menimbulkan bentrokan kecil atau perang 2 kubu di Pilkada DKI Jakarta di sosial media yang tak kunjung berhenti. Tapi serangan bernama Wanna Crypt yang bisa menyandera data-data berharga.

Serangan malware yang bisa membuat banyak orang menangis itu, menyerang komputer dengan sistem operasi Window yang belum diperbaharui sistem keamanannya. Dalam waktu 24 jam sang peretas berhasil menyandera 75 ribu komputer. Serangan virus Wanna Crypt ini menyebar ke lebih dari 100 negara dan melumpuhkan operasional di beberapa pusat kesehatan, termasuk di RS Kanker Dharmais.

Serangan program jahat (malware) ini beroperasi dengan mengunci komputer korban dan mengenkripsi filenya sehingga korban tidak akan bisa mengakses datanya tanpa membayar uang tebusan. Tentu saja hal itu semua membuat semua operasional perusahaan mandek. Bisa dibayangkan bagaimana perusahaan bisa beroperasi, tanpa ada data yang bisa diakses atau sistem backup yang bisa memulihkan data-data yang tersandera.  

Feedback   ↑ x