kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Akhir Ketidakpastian

oleh Khomarul Hidayat - Redaktur Pelaksana


Senin, 13 Januari 2020 / 12:46 WIB
Akhir Ketidakpastian
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Pekan ini, mungkin kita akan menyaksikan peristiwa penting yang bakal menyudahi era perang perdagangan yang sudah berlangsung lebih dari setahun belakangan ini. Perang dagang bukan saja membuat kekacauan dan fluktuasi di pasar keuangan global. Lebih dari itu juga membawa ekonomi dunia ke titik nadir.

Bila sesuai jadwal, pada 15 Januari 2020 nanti, dua negara dengan ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China bakal meneken perjanjian perdagangan fase pertama di Washington.

Bukan itu saja kemajuan yang muncul dari perundingan dagang antara Washington dengan Beijing. Paling baru, AS dan China juga sepakat menghidupkan lagi forum dialog reguler semi-tahunan untuk menyelesaikan perselisihan ekonomi dua negara tersebut.

Forum semi-tahunan AS dengan China ini digagas sejak era Presiden George Walker Bush, diteruskan oleh Barack Obama, namun kemudian dihentikan Presiden Donald Trump. Trump memilih jalur ofensif dengan menekan China lewat instrumen tarif impor.

Dengan kata lain, bila kelak ada dispute antara AS dan China, masih ada harapan bisa diselesaikan lewat jalur perundingan tanpa harus saling main pasang tarif impor.

Dua kabar itu, penandatanganan perjanjian dagang fase 1 dan juga kesepakatan menghidupkan lagi forum semi-tahunan, tentu menggembirakan bagi dunia. Setidaknya, satu sumber ketidakpastian di pasar global sudah bisa terurai sehingga membawa harapan ekonomi global bakal kembali bangkit.

Tak ada yang diuntungkan dari perang dagang berkepanjangan. Ekonomi AS dan China sama-sama babak belur. Bukan cuma AS dan China, gara-gara dua raksasa ekonomi itu bertempur, negara-negara lain juga ikut megap-megap ekonominya gara-gara perang dagang.

Maklum, China dan AS dengan ukuran ekonominya yang sangat besar, memiliki supplay chain yang sangat besar pula. Hampir semua negara di dunia memiliki ketergantungan perdagangan dengan kedua negara tersebut.

Pelambatan ekonomi dua negara adidaya akibat perang dagang otomatis berpengaruh pula ke ekonomi dunia. Bahkan nyaris membawa dunia ke tubir resesi ekonomi.

Kini, setelah melalui perundingan yang pasang surut, China dan AS sudah di ujung kesepakatan. Semoga saja kali ini tak ada halangan sehingga perang dagang tak lagi jadi kambing hitam kalau nanti ekonomi masih tetap saja melambat.

Penulis : Khomarul Hidayat

Redaktur Pelaksana




TERBARU

Close [X]
×