Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Anies, Betawi dan proyek reklamasi

Kamis, 11 Oktober 2018 / 14:26 WIB

Anies, Betawi dan proyek reklamasi

Perspektif ekonomi lingkungan

Saat ini semua orang silau dengan reklamasi pantai utara seluas 5.000 ha lebih yang akan dijadikan kota masa depan. Tanah hasil reklamasi itu menguntungkan karena harganya mahal. Menurut perkiraan pengembang, harga tanah di areal reklamasi bisa Rp 20 juta per m²– Rp 30 juta per m². Artinya nilai tanah reklamasi itu Rp 1.000–Rp 1.500 triliun. Bila asumsi 50% tanah reklamasi untuk fasilitas umum dan sosial, nilainya menjadi Rp 500 triliun–Rp 750 triliun. Andai keuntungan pengembang 20% saja, uang yang diraih Rp 100–Rp 150 triliun.

Hebatnya, uang sebanyak itu tidak lari ke mana-mana. Alias masuk ke kantong para pengembang yang jumlahnya segelintir. Nah, bandingkan nilainya andai Teluk Jakarta itu ditanami hutan mangrove seluas 5.000 hektare. Di sana ada sekian jenis nilai ekonomi sumber daya hutan mangrove yang perlu dilihat.

Menurut M. Suparmoko (2009), nilai lingkungan mempunyai dua kategori nilai. Pertama instrumental value dan kedua instrinsic value. Nilai pertama, menunjukkan kemampuan lingkungan apabila digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Yang kedua, yang terkandung dalam lingkungan, adalah nilai yang melekat pada ekosistem tersebut. Sebagai contoh, keberadaan hutan tropis di Kalimantan. Nilainya tidak hanya pada produk kayunya, tapi juga pada sumbangan hutan yang lain seperti sumber daya biologi. Keberadaan hutan itu juga berpengaruh pada cuaca, kandungan oksigen yang banyak, penyerapan CO2 yang besar, dan menarik wisatawan.

Dengan asumsi seperti itu, Elis Masrifah menghitung nilai ekonomi hutan mangrove Muara Angke Jakarta Utara, hasilnya Rp 12,24 juta per hektare per tahun. Memang kecil dibanding nilai tanah reklamasi yang mencapai Rp 200 miliar per ha (dengan asumsi harga per meter persegi Rp 20 juta). Tapi dari aspek ekonomi lingkungan, hutan mangrove besar sekali nilainya. Bukan saja hutan mangrove bisa menghambat ombak besar tsunami yang meruntuhkan semua bangunan dekat pantai, hutan ini juga menjadi tempat pemijahan ikan dan menghasilkan udara segar.

Benar, dari aspek ekonomi klasik model Adam Smith, memperluas hutan mangrove sekilas merugikan. Tapi jika dilihat natural integralistic yang menyatukan berbagai aspek ekonomi, memperluas hutan mangrove sangat menguntungkan. Dalam kaitan di atas, ahli lingkungan akan menilainya dengan pendekatan total economic value beserta implikasinya.

Dalam total economic value, parameter ekonomi tidak hanya mengukur nilai finansial yang ada saat itu, tapi juga mengukur nilai ekonomi yang tidak ada pada saat itu. Parameter ekonomi yang tidak ada pada saat itu di antaranya dampak lingkungan dan masa depan ekosistem akibat kerusakan alam.

Kasus penghilangan hutan mangrove dan reklamasi, misalnya, tidak bisa memakai pendekatan ekonomi klasik ala Adam Smith. Tapi harus memakai pendekatan ekonomi lingkungan (environomi) yang nilainya terkait dengan masa depan manusia, baik yang direct use maupun indirect use.

Taman wisata hutan mangrove, misalnya, nilai direct use bisa langsung terlihat karena keindahan alamnya bisa dijual untuk ekoturisme. Namun, nilai indirect use-nya juga sangat besar, karena hutan tersebut merupakan tempat konservasi tanaman langka dan penyerap udara kotor sekaligus penyuplai oksigen untuk wilayah sekitarnya. Yang terakhir ini, terkait keberlangsungan kehidupan manusia di masa depan. Karena itu, dari perspektif environomi, reklamasi yang menghasilkan uang ratusan triliun rupiah itu tak ada artinya dibandingkan kehancuran Teluk Jakarta di masa depan yang akan menyengsarakan manusia. Itulah tragedi reklamasi di masa depan.•

Nyoto Santoso
Dosen Fakultas Kehutanan IPB


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.1830 || diagnostic_web = 0.6706

Close [X]
×