kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.889
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Antara bandara dan jalan raya

Jumat, 05 Januari 2018 / 16:53 WIB

Antara bandara dan jalan raya



Setiap kali liburan tentulah banyak yang melakukan perjalanan. Bisa jadi untuk berlibur atau keperluan lain. Tak heran bila jumlah orang yang bepergian bakal melonjak kala liburan, seperti libur akhir tahun kemarin. Baik memakai kendaraan atau transportasi umum atau kendaraan pribadi.  

Harian KONTAN (22 Desember 2017) melaporkan arus kendaraan di gerbang tol selama liburan Natal mengalami lonjakan yang cukup drastis.  Lonjakan paling tinggi di Gerbang Tol (GT) Cikarang sebanyak 103.000 kendaraan atau naik 32,05% dari kondisi normal. Peningkatan jumlah kendaraan juga  terjadi di GT Purbaleunyi, GT Ciawi, dan GT Cengkareng.

Jumlah penumpang jalur laut tentu juga mengalami peningkatan. Tapi  tidaklah setajam peningkatan jalur darat dan jalur udara. Kenaikan  jumlah penumpang di Bandar Udara melonjak dengan tajam. Apalagi dengan pembangunan sarana dan prasarana penerbangan. Baik itu di  beberapa kota dan kawasan  bandara.

Misalnya di Wamena,  Gorontalo, Tarakan, Kualanamu, sampai bandara kecil tapi cukup potensial seperti di Malang, Banyuwangi, bahkan di kampung saya, Tapanuli Bagian Selatan.

Lonjakan penumpang udara memang tidak sedahsyat pergerakan mobil di jalan tol Pulau Jawa. Lonjakan penumpang di Angkasa Pura I meningkat sebesar 9,7% dibanding tahun lalu. Jika di tahun 2016 jumlah penumpang libur Natal dan Tahun Baru mencapai 5,28 juta orang, maka di tahun 2017 ini mencapai 5,54 juta orang.

Lonjakan penumpang terbanyak terjadi tiga hari sebelum Hari Natal. Tak heran bila ada tambahan 1.158 penerbangan, baik domestik maupun internasional. Lima tujuan utama di dalam negeri dipegang Kualanamu, Medan. Menyusul Makassar, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta. Di penerbangan internasional ada Singapura, Kuala Lumpur, Seoul, Hong Kong dan Bangkok.

Pemilihan moda udara ini tentu untuk mengurangi waktu perjalanan. Kalau dulu untuk bisa mencapai kampung saya di Padangsidempuan butuh waktu sekitar 12 jam dengan jalan darat dari Medan. Kini cukup setengah jam saja lewat udara karena  Kualanamu menjadi tempat transit ke beberapa bandara di Sumatera Utara. Termasuk ke kampung saya itu.
Soal bandara ini menjadi menarik sebagai bahasan sendiri. Khususnya kebijakan bidang perhubungan. Di Sumatera Utara sekarang terdapat delapan bandara. Selain Kualanamu terdapat Lapangan Udara Soewondo yang dulu dikenal sebagai Bandara Polonia. Menyusul Bandara Silangit yang akhir November 2017 lalu diresmikan Presiden Jokowi sebagai Bandara Internasional. Tempatnya di Siborong Borong, Tapanuli Utara, dekat Danau Toba.  

Berikutnya Bandara FL Tobing atau Bandara Pinangsori, di Tapanuli Tengah. Bandara ini didarati dua penerbangan setiap hari dari Bandara Kualanamu. Ketika penumpang melonjak, Garuda akan melayani penerbangan langsung dari Jakarta. Menyusul  Bandara Aek Godang, tidak jauh dari Sipirok yang didarati sekali penerbangan dalam sehari dari Kualanamu. Sedang Bandara Sibisa, di Toba Samosir kini tampak ditumbuhi ilalang. Bandana Binaka dekat Gunung Sitoli, merupakan urat nadi ke Pulau Nias, dan Bandara Lasundre di Nias Selatan, yang jarang di darati pesawat.

Anehnya muncul pula usulan tiga bandara lain, yakni di Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Padanglawas dan Kabupaten Mandailing Natal. Padahal Labuhan Batu dilalui jalur Kereta Api yang masih berfungsi dengan baik dan rencana jalan tol Sumatera. Sedang Mandailing Natal hanya sekitar 50 km dari Bandara Aek Godang. Bahkan dari Padanglawas lebih dekat lagi ke Bandara Aek Godang yang terminalnya di cat warna nano-nano dan baru baru ini saya singgahi dari Kualanamu di Medan.   

Pada mulanya tuntutan akan perlunya bandara ini sejalan dengan pemekaran daerah. Munculnya ego daerah, termasuk daerah yang semula berasal dari akar budaya yang sama. "Agar penerbangan udara ke kampung ini," ucap beberapa tokoh daerah dulu ketika ingin membentuk daerah otonomi baru. Padahal biaya  membangun bandara tidak murah. Setidaknya puluhan miliar.


TERBARU
MARKET
IHSG
-12,62
5.869,60
-0.21%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×