kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Mandiri: Kurang insentif untuk devisa ekspor


Selasa, 28 Agustus 2018 / 17:21 WIB

Anton Gunawan, Kepala Ekonom Bank Mandiri: Kurang insentif untuk devisa ekspor

BI dan pemerintah terus memutar otak untuk menjaga cadev sekaligus nilai tukar rupiah. Menyedot DHE ke tanah air jadi salah satu cara BI dan pemerintah untuk mengisi pundi cadev.

Sejatinya, sebanyak 80%–81% DHE sudah masuk ke perbankan dalam negeri, tapi baru 15% yang dikonversikan ke rupiah.

Untuk itu, bank sentral akan mendorong konversi devisa ekspor ke mata uang garuda lewat instrumen swap. Ini adalah transaksi pertukaran valuta asing (valas) melalui pembelian tunai dengan penjualan  kembali secara berjangka.

Agar eksportir mau melakukan konversi, BI akan memberikan harga menarik dalam lelang valas dengan fasilitas swap. Saat ini, harga swap berkisar 5%–6%. Bank sentral berencana menurunkan tarifnya.

Seberapa besar peran DHE dalam mendongkrak cadev? Apakah langkah BI sudah tepat? Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menyampaikan pandangannya kepada wartawan Tabloid KONTAN Nina Dwiantika, Rabu (8/8).

Berikut nukilannya:

KONTAN: Memang, berapa besar potensi DHE?
ANTON:
DHE bukan satu-satunya sumber devisa negara. Dalam kerangka defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), ada komponen neraca perdagangan, yang berarti ekspor barang dikurangi impor barang, jasa, primary income, dan secondary income seperti remitansi dari tenaga kerja Indonesia (TKI).

Belum lagi, dari neraca modal atau financial and capital account yang terdiri dari penanaman modal asing atawa forent direct investment (FDI), portofolio, dan investasi lainnya.

Ujungnya, semua ini masuk ke dalam neraca pembayaran atau balance of payment yang terkait dengan cadangan devisa kita.

KONTAN: Apakah dollar AS dari eksportir benar-benar bisa mengisi cadev?
ANTON:
Ada supply dan demand valas. Dari sisi permintaan, ada demand dari importir, capital outflow, pemerintah bayar utang, dan BI beli dollar AS.

Sedang pemasok valas adalah eksportir, investor, capital inflow, dan BI suplai dollar AS ke cadanga devisa

Eksportir memang punya dolar AS tapi belum tentu jadi supplier di pasar. Eksportir menerima devisa dari hasil ekspor tetapi selama ini mereka tidak menanam di sini.

Ke mana DHE ini? Apakah disimpan di luar negeri atau di dalam negeri? Kalau disimpan di dalam negeri, apakah eksportir mau dikonversi ke rupiah.  

Perlu diingat, konversi itu ada dua. Ketika eksportir konversi DHE ke rupiah di pasar, maka rupiah akan menguat. Sementara jika eksportir konversi DHE ke BI, akan memperkuat cadangan devisa


Reporter: Nina Dwiantika
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0510 || diagnostic_web = 0.3312

Close [X]
×