Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.575
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS655.000 -0,15%

Arcandra Tahar, Wakil Menteri ESDM: Lewat eksplorasi, ada secercah harapan

Selasa, 04 Desember 2018 / 16:20 WIB

Arcandra Tahar, Wakil Menteri ESDM: Lewat eksplorasi, ada secercah harapan

KONTAN.CO.ID - Target lifting minyak Indonesia tahun ini bakal meleset dari target 800.000 barel per hari. Paling banter, lifting emas hitam kita di 2018 hanya 770.000 barel. Itu berarti, negara kita masih harus mengimpor minyak dan BBM.

Indonesia mesti impor BBM lantaran kapasitas kilang di tanah air terbatas. Lalu, bagaimana cara pemerintah meningkatkan produksi minyak termasuk gas bumi? Apakah pemerintah juga akan mendorong pembangunan kilang?

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan kepada wartawan Tabloid KONTAN Nina Dwiantika dan Azis Husaini.
Berikut nukilannya:

KONTAN: Lifting migas belum mencapai target, apa saja usaha pemerintah untuk meningkatkan produksi?
ARCANDRA:
Usaha-usaha kami untuk meningkatkan produksi migas mulai dari kebijakan hulu sampai hilir.

Pertama, jangka pendek melalui improved oil recovery (IOR) dengan teknologi apapun yang bisa meningkatkan produksi migas dalam waktu singkat.

Kami berikan kesempatan dan kemudahan kepada siapapun, tidak ada yang tertutup. Terlihat, sudah ada yang mengerjakan dari beberapa perusahaan minyak atau service company. Komitmen kontrak mereka sudah berjalan dan ada yang berhasil.

Kedua, jangka menengah melalui enhanced oil recovery (EOR). Proses ini sedang berlangsung. Dan ketiga, jangka panjang melalui eksplorasi.  Untuk eksplorasi, proses ini butuh waktu yang panjang sekitar 6 sampai 10 tahun.

Tapi, kami tidak bisa bergantung terlalu besar pada eksplorasi. Soalnya, dalam jangka waktu 6 sampai 10 tahun yang berhasil hanya sekitar 20%.

Selama lima kali melakukan eksplorasi, cuma 1 kali yang berhasil. Ini belum selesai, dari 20% berapa akan keluar minyak? Mungkin baru akan keluar 10 atau bahkan 15 tahun lagi.

Jadi, kalau kami perbaiki iklim investasi hulu migas lewat eksplorasi, maka ada secercah harapan yakni 15 tahun hingga 20 tahun ke depan kita mendapatkan hasilnya.

Tapi ingat, itu hanya sebuah harapan, tidak ada jaminan, karena rasio keberhasilannya hanya 20%. Dan, itu merupakan realita bisnis di minyak dan gas. Kalau sekarang terjadi penurunan, artinya ada usaha-usaha tertentu yang mungkin belum maksimal di tahun-tahun sebelumnya.

KONTAN: Untuk dorong investasi, pemerintah berencana membuka data eksplorasi migas nasional. Kapan?
ARCANDRA:
Selama ini, ketika ingin ikut berpartisipasi pada blok migas, orang akan terkena biaya ketika ingin melihat data geologi. Padahal, belum tentu orang itu tertarik untuk membeli lapangan tersebut.

Nah ke depan, kami memberikan usulan, agar orang tidak perlu membayar ketika ingin melihat data-data. Dengan aturan yang akan datang, data ini boleh digunakan bagi yang berminat pada sebuah blok tanpa dipungut biaya.

Nanti, ketika orang tersebut sudah tertarik untuk membeli blok tersebut, baru kemudian dia akan membayar.

Kemudian, kalau kita menginginkan data seismik dengan hanya mengandalkan dana APBN, itu tidak cukup. Sebab, dana APBN hanya Rp 60 miliar–Rp 70 miliar.

Lalu, bagaimana cara bisa mengeksplor daerah ini? Kelak, kami ingin ada multi client yakni perusahaan bisa melakukan survei dengan izin kepada Kementerian ESDM.

Kami akan memberikan izin untuk bisa melakukan survei pada sebuah blok. Selama ini, perusahaan boleh melakukan survei tapi harus bayar.

Pertanyaannya: kita ingin mendapatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari data, atau mengeksplor daerah-daerah yang tidak tereksplor sehingga memperoleh minyak, atau hanya menjual data? Kalau saya menginginkan blok-blok kita diminati oleh investor.

Jadi, perusahaan yang ingin melakukan survei bisa menggunakan dana sendiri tanpa perlu membayar data di awal. Harapannya adalah, hasil survei mereka bisa Kementerian ESDM manfaatkan untuk menjual blok-blok yang sudah diteliti itu.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0603 || diagnostic_web = 0.4245

Close [X]
×