Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.480
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Asuransi P2P, barang lama bungkus baru

Senin, 14 Januari 2019 / 13:49 WIB

Asuransi P2P, barang lama bungkus baru

Asuransi peer to peer atau P2P insurance kini dianggap sebagai inovasi di banyak negara. Tapi perlu pahami, apa yang dianggap sebagai disruptive innovation di banyak negara, sudah ada di Indonesia sejak seratus tahun yang lalu.

Mari kita cermati bagaimana sejarahnya asuransi P2P di Indonesia. Kelebihan dan kekurangannya serta implikasi terhadap munculnya asuransi itu dalam konteks regulasi, perlindungan nasabah, dan tata kelola industri asuransi.

Kita mulai dengan definisi. P2P insurance is a risk sharing network where a group of individuals pool their premiums together to insure against a risk. Terjemahan bebasnya adalah urunan risiko sekelompok orang yang mengumpulkan premi secara bersama untuk melindungi (diri atau harta) terhadap risiko. Bila melihat definisi itu maka konsep demikian sudah ada padanannya di Indonesia. Bangsa Indonesia sudah menciptakan asuransi P2P jauh sebelum internet muncul.

Mari kita lihat UU nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, pasal 7 ayat 1: Usaha perasuransian hanya dapat dilakukan oleh badan hukum yang berbentuk (a) Perusahaan Perseroan; (b) Koperasi; (c) Usaha Bersama (mutual). Yang diperbaharui dengan UU nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian, pasal 6 ayat 1: Bentuk badan hukum penyelenggara Usaha Perasuransian adalah (a) perseroan terbatas; (b) koperasi; (c) usaha bersama yang telah ada pada saat Undang-Undang ini diundangkan.

Adapun definisi asuransi sendiri adalah sistem asuransi yang semua pemegang polis menjadi anggota usaha dalam kontrak untuk membayar premi ke dalam dana bersama yang digunakan untuk membayar klaim. Dalam mutual insurance, pemegang polis membayar premi yang akan digunakan untuk membayar klaim dan menjadi pemilik bersama dari perusahaan. Dalam asuransi P2P, pemegang polis mengumpulkan premi yang akan digunakan untuk membayar klaim, tanpa menjadi pemilik dari perusahaan.

Dari sini ternyata kita menemukan, bahwa asuransi P2P adalah mutual insurance, lebih tepatnya, mutual insurance tanpa adanya status kepemilikan usaha bagi anggota yang membayar premi.

Di sinilah kita buktikan, bahwa bangsa Indonesia sudah menciptakan asuransi P2P sejak lebih dari seratus tahun yang lalu, yaitu di Asuransi Jiwa Bumiputera 1912. Menurut profil perusahaan: AJB Bumiputera 1912 adalah perusahaan asuransi mutual, dimiliki oleh pemegang polis Indonesia, dioperasikan untuk kepentingan pemegang polis Indonesia, dan dibangun berdasarkan tiga pilar mutualisme, idealisme dan profesionalisme.

Sangat menarik, bahwa konsep usaha asuransi yang dimiliki pemegang polis, dipelopori bangsa Indonesia sejak awal abad ke 19. Dan di awal abad ke 20, bentuk usaha serupa dianggap inovasi.

Untuk menilai suatu inovasi, selain melihat sejarah, kita juga bisa menganalisa kelebihan dan kekurangan inovasi itu.

Konsep asuransi P2P didasarkan atas keinginan untuk menghindari biaya yang dibebankan dan keuntungan yang diambil oleh perusahaan asuransi. Kalau kita dan teman-teman bersedia membayar premi untuk menutup kerugian, untuk apa membayar premi tersebut ke perusahaan asuransi, kita kumpulkan saja premi kita bersama dan gunakan apabila ada teman yang menderita kerugian.

Walaupun terdengar baik, konsep ini gagal begitu peserta asuransi menjadi banyak. Karena perlu ada pengelola atas dana tersebut, yang bertugas menarik dana premi, membayarkan klaim, dan lainnya. Tentunya agak naif mengharapkan pengelola yang profesional mau menjalankan tugasnya tanpa biaya yang diambil dari premi bersama tadi.

Konsep ini juga bisa gagal begitu pengelola tadi adalah perusahaan. Karena suatu perusahaan bukan hanya akan meminta penggantian biaya wajar atas jasanya, tetapi juga keuntungan atas usahanya.

Bisa kita lihat, bahwa konsep mutual insurance lebih unggul dibandingkan dengan asuransi P2P. Karena keduanya menganut paham risk pooling , tapi di mutual insurance anggota yang menyumbang premi ke risk pool turut jadi pemegang saham, sedangkan di asuransi P2P tidak.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0754 || diagnostic_web = 0.3759

Close [X]
×