kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.345
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Auman macan

Rabu, 06 Februari 2019 / 15:57 WIB

Auman macan

Nadiem Makarim, bos Go-Jek yang juga menaungi Go-Pay, menepati janjinya. Bulan Desember 2017, ia menyatakan, tahun 2018 akan menjadi tahunnya Go-Pay. Dua hasil riset membuktikan janji Nadiem itu. Yakni dari lembaga riset independen di bawah naungan Financial Times, FT Confidential Research Mobile Payment dan laporan Fintech 2018 dari DailySocial bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyebutkan Go-Pay menjadi pemimpin pasar uang elektronik.

Go-Pay bersaing ketat dengan Ovo dan T-Cash yang juga melebarkan sayap. Saya kembali mengingatkan, di era digital kunci dari segala kunci bisnis tersebut adalah uang elektronik dan sistem pembayaran (Harian KONTAN, 13 Desember 2017). Ketika saya berbincang dengan beberapa pelaku sistem pembayaran dan bank, mereka menganggap enteng kehadiran Go-Pay dan Ovo. "Ah mereka bakar duit, seberapa lama mampu bertahan? Ada lagi yang bilang, "sistem pembayaran bagian kecil dari bisnis bank, kita pasti mampu bertahan".

Kini si anak macan menjadi besar. Ia mampu mengaum keras dan mengagetkan seisi hutan. Saya teringat ketika Yahoo menganggap enteng Google, atau Nokia dan BlackBerry memandang sebelah mata Android atau jauh ke belakang, Friendster menganggap Facebook cuma produk anak kuliah.

Untung pemerintah tersadar dengan dominasi Go-Pay dan Ovo. Maka, Kementerian BUMN mendorong BUMN bersatu membentuk platform pembayaran bernama LinkAja. Produk ini resmi meluncur 21 Februari 2019, meleburkan uang elektronik berbasis server dari bank BUMN dan T-Cash.

Telatkah kesadaran BUMN? Biar waktu yang menjawab. Tapi ada beberapa peluang untuk bertarung. Penunjukkan platform utama menggunakan T-Cash adalah tepat. Mengingat T-Cash, adalah anak Telkomsel. Di industri telekomunikasi persaingan sangat liar. Jadi bertempur sengit dengan Go-Pay dan Ovo bukan lagi hal mengagetkan.

Tak kalah penting adalah dukungan total merchant-merchant BUMN. Dengan sinergi, BUMN harus rela menyerahkan akses merchant mereka untuk LinkAja. Buka pintu selebar-lebarnya. Jadi, di hari pertama LinkAja meluncur, sudah bisa dipakai di ritel modern (merchant Bank Mandiri dan BNI), pom bensin Pertamina, mall dan pasar tradisional (merchant T-Cash). Ke depan mungkin bisa menggandeng merchant UMKM, yang selama ini mendapat kucuran kredit dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).•

Ahmad Febrian


Reporter: Ahmad Febrian
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0657 || diagnostic_web = 0.3415

Close [X]
×