kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45859,40   -6,85   -0.79%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Bangsa Belum Cerdas


Sabtu, 22 Agustus 2020 / 12:27 WIB
Bangsa Belum Cerdas
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Perjuangan menegakkan Keindonesiaan masih terus berlangsung. Berbagai pergolakan politik tak henti dilalui. Berbagai krisis ekonomi tak putus dilampaui.

Kini Republik Indonesia telah berusia 75 tahun. Tapi sebagai bangsa memang masih muda. Masih perlu banyak pekerjaan untuk mewujudkan cita-cita negara merdeka sesuai dengan yang diamanatkan dalam naskah Pembukaan UUD 1945.

Preambul konstitusi itu menginginkan terbentuknya pemerintah, ...yang melindungi segenap bangsa Indonesia... dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia...

Di tahun ke-75 kemerdekaan ini, RI mencapai taraf negara berpendapatan menengah atas. Pendapatan per kapita telah melampaui US$ 4.046. Tapi dari sisi pemerataan harus diakui masih parah. Terlebih akibat pandemi Covid-19, semakin banyak penduduk jatuh miskin.

Dari sisi kesejahteraan sosial jelas belum membanggakan. Yang lebih memprihatinkan, tingkat kecerdasan masyarakat, sebagai resultante dari kualitas pendidikan, masih tertinggal dari bangsa-bangsa lain.

Bank Dunia pun menilai kualitas pendidikan kita masih rendah, terlihat dari tingginya anak usia 15 tahun yang secara fungsional buta huruf. Artinya, kemampuan baca tulis mereka belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, padahal sudah memasuki usia remaja. Akses pendidikan memang meluas, tapi tetap tidak merata. Ditambah lagi indeks pengembangan manusia yang juga masih di ranking rendah.

Kita lihat sendiri rendahnya mutu pendidikan itu di jagat sosial media. Begitu riuh dengan aneka postingan asal berani bunyi. Terlalu sering orang copas sana, copas sini, asal forward; tanpa secara kritis menelaah dulu kebenarannya. Yang penting mereka yakin itu benar, bersumber dari orang yang mereka percayai membawa kebenaran, kendati mereka tak punya cukup ilmu.

Jelas bahwa tugas berat dalam mengisi kemerdekaan ini memang upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Anggaran besar 20% dari APBN kalau saja dialokasikan dengan benar dan terarah harusnya membuahkan perbaikan yang berarti bagi kualitas pendidikan.

Bila ingin benar-benar menjadi bangsa besar yang maju dan unggul di usia 100 tahun, tahun 2045 nanti, pemerintah harus membina kolaborasi yang baik dengan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan dan dunia usaha untuk menjalankan strategi membangun SDM yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Penulis : Ardian Taufik Gesuri

Pemimpin Redaksi




TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×