Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.460
  • EMAS662.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Banjir dan kecelakaan di jalan tol

Senin, 11 Maret 2019 / 15:02 WIB

Banjir dan kecelakaan di jalan tol

Tersambungnya semua daerah di Jawa dalam Jalan Tol Trans Jawa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer (km), menyisakan beberapa persoalan yang seharusnya tidak terjadi sebelum proyek strategis itu bergulir. Pertama, ketidaknyamanan di jalan berbayar tersebut karena banjir, seperti yang terlihat pada ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Madiun pada Kamis (7/3).

Persoalan kedua, kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Tol TransJawa. Setidaknya, terjadi di empat titik yang berbeda. Yakni, di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada akhir September dan awal Oktober 2018. Lalu, dua kecelakaan maut yang baru terjadi Maret 2019. Pada Jumat (1/3), kecelakaan maut di tol Madiun KM 604 dan Minggu (3/3) dini hari di ruas Tol Semarang-Batang yang menimpa rombongan Bupati Demak. Pada persoalan kedua ini patut diberi perhatian.

Sejatinya, hamparan sawah yang memanjakan mata dan jalanan yang mulus di sepanjang Jalan Tol TransJawa, selayaknya menambah kenyamanan di perjalanan. Keselamatan dan kenyamanan berkendara selama perjalanan di jalan tol harus menjadi bagian terpenting dan prioritas untuk semua pihak.

Sebab, keganasan hidup di jalanan termasuk jalan tol, juga tergambar dalam data yang pernah dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemkes) yang menyebutkan, kecelakaan di jalan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius di seluruh dunia, termasuk Indonesia (Firman, 2008). Fenomena kecelakaan maut kendaraan pribadi di jalan tol menunjukkan, kurangnya rasa bertanggungjawab pengendara ketika melintasi jalan tol.

Hal ini paralel dengan pernyataan Djafairy (2007): kerap kali terjadi kecelakaan lalu lintas di jalanan (selain jalan tol). Sebab, sebagian sopir bus atau angkutan umum belum bisa diajak disiplin karena tidak ada rasa empati dan memiliki persepsi negatif tentang disiplin berlalu lintas. Persepsi negatif para sopir bisa terjadi lantaran penegakan hukum dalam berlalu lintas kurang tegas. Pelanggar lalu lintas bisa dengan mudah terlepas dari hukuman yang telah dilakukan, setelah mereka memberikan uang ke penegak hukum.

Mengingat rawannya kecelakaan lalu lintas di jalan tol, perlu ada pemahaman publik akan nilai hospitality yang bisa diterapkan sesuai kapasitas dan tanggungjawab masing-masing. Menurut Oxford Advance Learners Dictionary (2000), hospitality didefinisikan friendly and generous behavior towards guests: food, drink, or services that are provided by an organization for guests, customer, etc.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0468 || diagnostic_web = 0.3429

Close [X]
×