Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Beberapa solusi alternatif bagi Jiwasraya

Rabu, 14 November 2018 / 15:58 WIB

Beberapa solusi alternatif bagi Jiwasraya

Pada 5 November 2018, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Hexana Tri Sasongko menggantikan Asmawi Syam sebagai Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya. Ini menyusul kasus keterlambatan pembayaran Rp 802 miliar produk JS Proteksi Plan yang telah jatuh tempo.

Masalah itu muncul di permukaan pada 10 Oktober 2018 terkait dengan JS Proteksi Plan yang merupakan produk bancassurance, yakni produk perusahaan asuransi yang dipasarkan melalui bank. Produk itu menjanjikan manfaat asuransi jiwa berupa santunan meninggal dunia karena kecelakaan atau bukan atau cacat tetap total.

Produk tersebut menyasar investor usia 18 tahun - 65 tahun, tenor lima tahun dengan premi sekaligus Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar. Pengembalian pokok dan hasil investasi optimum dijamin Asuransi Jiwasraya. Ada tujuh bank yang ikut memasarkan dan menjual produk tersebut yakni Bank Tabungan Negara (BTN), Bank ANZ, Bank QNB, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank KEB Hana, Bank Victoria dan Standard Chartered Bank.

Pada 15 Oktober 2018, Asuransi Jiwasraya telah membayar bunga jatuh tempo kepada 1.286 polis yang jatuh tempo sebesar Rp 96,58 miliar per 15 Oktober 2018. Pemegang polis yang ingin melakukan perpanjangan (roll over) memperoleh bunga 7% setahun neto dibayar di muka atau setara 7,49% setahun efektif. Pemegang polis yang tidak ingin melakukan perpanjangan akan memperoleh bunga pengembangan efektif 5,75% setahun neto (Harian KONTAN, 15 Oktober 2018).

Masih banyak polis asuransi yang akan jatuh tempo. Sayang, Asuransi Jiwasraya agaknya kurang memiliki kemampuan keuangan yang memadai untuk memenuhi kewajiban polis asuransi yang segera jatuh tempo. Inilah inti masalah. Lantas, solusi alternatif apa saja yang patut diambil Jiwasraya?

Pertama, dalam manajemen risiko, perusahaan asuransi adalah salah satu wadah untuk mengalihkan potensi risiko (transfer of potensial risk). Itulah sebabnya mengapa banyak orang mengambil polis asuransi jiwa untuk menutup potensi risiko kematian akibat kecelakaan atau bukan dan atau cacat total tetap. Hal itu bertujuan supaya pasangan atau keluarga pemegang polis dapat merasa aman sekiranya potensi risiko itu menjadi kenyataan.

Demikian pula ketika orang membeli polis asuransi rumah, kantor, gedung, perkantoran, rumah sakit, sekolah dari potensi risiko kebakaran, banjir dan gempa. Dan polis asuransi kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) bertujuan untuk menekan potensi risiko tabrakan dan kehilangan. Begitu juga dengan asuransi pendidikan bertujuan untuk mitigasi risiko di masa mendatang. Intinya, asuransi dapat mengurangi ketidakpastian.

Dalam perkembangannya, asuransi bukan hanya menanggung potensi risiko kematian dan kerugian, tetapi juga merupakan salah satu instrumen investasi yang cantik dengan imbal hasil yang gurih. Asuransi demikian menjadi laris manis di pasar seperti unit link yang memberikan perlindungan jiwa dan investasi yang menawan hati.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0497 || diagnostic_web = 0.3561

Close [X]
×