Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Beda nasib bank

Jumat, 08 Maret 2019 / 08:56 WIB

Beda nasib bank

Hampir semua bank sudah mengumumkan kinerja tahun 2018. Hasilnya terlihat, kemampuan bank besar mencetak laba di tahun lalu kian meningkat. Return on asset (RoA) kelompok bank umum kelompok usaha (BUKU) IV yang meningkat menjadi 3,29% pada tahun 2018, dibandingkan tahun sebelumnya 3,15% (Harian KONTAN, 4 Maret 2019).

Bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun ini mampu mengambil separuh pangsa pasar perbankan. Tengok saja data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Desember 2018 mencatat aset industri perbankan yang terdiri dari 115 bank sebesar Rp 8.068,34 triliun.

Sedangkan total aset konsolidasi lima bank BUKU IV, terdiri dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank CIMB Niaga berjumlah sekitar Rp 4.399,26 triliun pada 2018. Artinya bank BUKU IV menggapai 54,52% dari total aset perbankan.

Kondisi makmur di bank BUKU IV kontras dengan bank-bank kecil. Tahun 2018, sebagian bank bermodal kecil, masuk kategori BUKU I dan BUKU II mencatat penurunan laba. Penurunan ini sejak 2015.

Dalam Statistik Perbankan Indonesia hingga akhir 2018, BUKU I yang bermodal di bawah Rp 1 triliun hanya meraih laba Rp 700 miliar. Menurun 23% secara tahunan dibandingkan perolehan laba Rp 716 miliar tahun sebelumnya. Pencapaian terus merosot dari tahun 2015 dengan laba Rp 1,57 triliun, dan tahun 2016 senilai Rp 861 triliun.

Jatuhnya perolehan laba lebih dalam terjadi di BUKU II. Bank bermodal antara Rp 1 triliun- Rp 5 triliun ini memperoleh laba Rp 9,18 triliun tahun lalu, turun 10,72% dibandingkan tahun 2017 senilai Rp 10,28 triliun. Sementara pada 2015 laba BUKU II tercatat Rp 9,94 triliun, dan pada 2016 senilai Rp 10,32 triliun

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No 14/26/PBI/2012 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, jelas terlihat, lingkup bank BUKU I dan II jauh lebih terbatas dibandingkan BUKU IV. Maka, agar bisa bersaing, ban-bank kecil harus naik kelas BUKU dengan cara menambah modal. Masalahnya apakah para pemilik bank kecil itu mampu?

Alternatif lain adalah saling merger antara bank kecil. Dan terakhir adalah bank-bank besar mengakuisisi bank kecil. Namun, ada ganjalan yakni aturan kepemilikan tunggal atau single presence policy. OJK sedang merevisi aturan ini. Kabarnya investor bank ogah menggabungkan bank milik mereka.♦

Ahmad Febrian


Reporter: Ahmad Febrian
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.1254 || diagnostic_web = 2.4410

Close [X]
×