kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Belum Bisa Lega

oleh Barratut Taqiyyah Rafie - Redaktur Pelaksana


Jumat, 16 Oktober 2020 / 11:57 WIB
Belum Bisa Lega
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Virus korona masih menjadi momok dunia. Data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 per Rabu (14/10/2020) menunjukkan, jumlah korban yang terkena infeksi virus mematikan itu mencapai 17,660 juta di seluruh dunia. Adapun angka kematian global mencapai 680.000. Untuk Indonesia, kasus positif mencapai 344.749 orang dengan kasus meninggal dunia sebanyak 12.156 orang.

Seiring melonjaknya korban jiwa akibat pandemi yang juga dibarengi dengan anjloknya ekonomi dunia, banyak negara bergegas untuk mengamankan pasokan vaksin bagi warganya. Tak terkecuali Indonesia. Saat ini, pemerintah Indonesia tengah bersiap melakukan finalisasi pembelian vaksin Covid-19.

Melansir situs maritim.go.id, ada tiga kandidat vaksin yang sedianya akan dibeli pemerintah. Yakni: Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac. Vaksin dari ketiga perusahaan tersebut sudah masuk tahap akhir uji klinis ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain. Cansino, misalnya, untuk tahun ini menyanggupi 100.000 vaksin pada November 2020. Sementara, G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin tahun ini. Sedangkan Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020.

Berita mengenai kedatangan vaksin Covid-19 bulan depan tentu menjadi kabar baik di tengah situasi yang serba tidak pasti seperti sekarang. Namun, kita sepertinya belum bisa bernapas lega. Epidemiolog mengingatkan, vaksin Covid-19 yang dipesan pemerintah baru bakal vaksin Covid-19. Dengan kata lain, vaksin tersebut masih kandidat karena masih dalam tahap evaluasi klinis.

Ini harus menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai vaksin yang dibeli tidak dapat digunakan karena hasil pengujian tahap ketiga gagal atau tidak akurat. Apalagi, sejumlah perusahaan besar global yang menghentikan proses uji klinis karena menemukan penyakit aneh di salah satu pesertanya.

Yang juga harus menjadi perhatian bersama adalah keberadaan vaksin dan obat Covid-19 tidak menjamin pandemi berakhir. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, menyatakan, belum ada satu pun ahli dan pakar yang bisa memprediksi akhir pandemi. Maka dari itu, mari tetap waspada menjaga diri dan keluarga dengan disiplin menjalankan protokol 3M.

Penulis : Barratut Taqiyyah Rafie

Redaktur Pelaksana



TERBARU

[X]
×