kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Berkaca dari India

oleh Barratut Taqiyyah Rafie - Redaktur Pelaksana


Kamis, 22 April 2021 / 14:34 WIB
Berkaca dari India
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Pandemi Covid-19 masih menjadi momok dunia. Kabar paling mengkhawatirkan datang dari India. Berdasarkan data yang dihimpun dari Worldometers, pada 1 April 2021, total kasus aktif korona di India sebanyak 615.798 kasus. Angka ini terus melonjak. Hingga pada 19 April, jumlah kasus aktif korona di Negeri Taj Mahal itu mencapai 2.030.944 kasus.

Nah, pada Selasa (20/4/2021), India mencatatkan rekor kasus harian Covid-19 tertinggi dunia, dengan angka kematian paling banyak selama pandemi melanda negara tersebut. Data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan India menunjukkan, pada hari itu, ada 259.170 kasus infeksi baru, dengan rekor angka kematian harian terbesar, yaitu mencapai 1.761 kasus.

Jika ditotal, kasus Covid-19 di India mencapai 15,32 juta kasus sejak pandemi melanda dunia. Itu artinya, India berada di posisi kedua kasus korona terbesar setelah Amerika Serikat yang menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbesar dunia dengan total 31 juta infeksi.

Melonjaknya kasus korona di India berasal dari tiga faktor. Pertama, bagaimana Pemerintahan Narendra Modi menangani krisis korona di negaranya. Melansir Reuters, sejak awal 2021 India melonggarkan hampir semua pembatasan yang diberlakukan penguncian tahun lalu, meskipun beberapa wilayah termasuk New Delhi dan negara bagian Maharashtra, masih ada pembatasan lokal.

Kedua, mengizinkan perhelatan festival keagamaan. Mengutip BBC, pada Selasa (13/4) lalu, lebih dari tiga juta umat Hindu mandi di Sungai Gangga dalam festival Kumbh Mela. Pasca kejadian itu, ratusan orang yang mengikuti ritual, termasuk sembilan pemuka agama, positif Covid-19 di Haridwar India.

Ketiga, berasal dari masuknya varian virus korona baru yang berpotensi ganas, yaitu B.1.617.

Berkaca dari India, sudah sepatutnya Indonesia mewaspadai penyebaran kasus korona yang lebih masif. Merujuk laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 14 April 2021, Indonesia termasuk dalam kategori rawan bersama dengan Bangladesh dan India.

Apalagi, tak lama lagi, masyarakat Indonesia merayakan Hari Raya Lebaran yang biasanya sepaket dengan kegiatan pulang kampung. Kebijakan pemerintah melarang mudik Lebaran patut mendapatkan dukungan. Jangan memaksa melakukan mudik karena bisa menjadi agen penyebar virus di kampung halaman. Ungkapkan rasa cinta kepada keluarga tanpa mudik tahun ini.

Penulis : Barratut Taqiyyah Rafie

Redaktur Pelaksana




TERBARU

[X]
×