kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS937.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Bersiap Tatap Muka

oleh Barratut Taqiyyah Rafie - Redaktur Pelaksana


Rabu, 31 Maret 2021 / 10:52 WIB
Bersiap Tatap Muka
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Bukan lagi wacana, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memutuskan bahwa semua sekolah harus sudah membuka belajar tatap muka pada Juli 2021. Menurut Nadiem, kebijakan ini sesuai dengan keputusan SKB 4 Menteri yakni Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Dalam penjelasannya, Nadiem menjelaskan, pembelajaran tatap muka di sekolah sejalan dengan program vaksinasi bagi guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang terus berjalan. Melansir siaran resmi di kanal YouTube Kemdikbud RI, Selasa (30/3/2021), program vaksinasi guru, dosen dan tenaga kependidikan ditargetkan bisa selesai pada akhir Juni 2021.

Kemdikbud memiliki alasan tersendiri terkait kebijakan ini. Salah satunya, pembelajaran jarak jauh menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan bagi anak-anak. Selain itu, data Kemdikbud menunjukkan, Indonesia adalah satu dari empat negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara, 23 negara lain sudah melakukannya.

"85% negara di Asia Timur dan Pasifik telah melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, antara lain Vietnam, China, Kamboja, dan Laos," jelas Nadiem.

Di sisi lain, Mendikbud menggarisbawahi bahwa pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Satu hal lagi, orang tua atau wali murid bisa memilih apakah anaknya ikut pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Setiap kebijakan pasti menuai pro dan kontra. Pasalnya, sampai saat ini, angka kasus korona di Indonesia masih melonjak secara signifikan. Data yang dihimpun dari Satgas Covid-19 menunjukkan, hingga Senin (29/3) ada tambahan 5.008 kasus baru yang terinfeksi korona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.501.093 kasus positif korona.

Yang menjadi catatan, meski tenaga pendidik sudah divaksinasi, namun tidak demikian halnya dengan anak-anak. Apalagi saat ini belum ada vaksin Covid-19 untuk anak. Dengan demikian, potensi penularan virus korona masih tetap ada.

Semoga saja, niat baik pemerintah juga diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan protokol kesehatan. Jika pembelajaran tatap muka tetap dilakukan, ada baiknya pemerintah daerah dipastikan siap dengan terus melakukan testing dan tracing. Jangan sampai, sekolah justru menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Penulis : Barratut Taqiyyah Rafie

Redaktur Pelaksana




TERBARU

[X]
×