kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Biaya dan efek pertemuan IMF-Bank Dunia


Selasa, 28 Agustus 2018 / 16:05 WIB

Biaya dan efek pertemuan IMF-Bank Dunia

Pada bulan Oktober nanti, Indonesia bakal menggelar Annual Meeting IMF World Bank Group 2018 (AM IMF-WB 2018) atau Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2018. Pemerintah memperkirakan acara tersebut akan dihadiri oleh 18.000 orang dari 189 negara.

Meski mendapat kehormatan pertemuan kelas dunia itu, masyarakat justru terbelah. Ada kelompok yang menilai pemerintah menghamburkan uang demi gengsi dengan menjadi penyelenggara acara itu. Polemik itu adalah hal wajar. Mengingat citra IMF dan Bank Dunia kurang baik di mata masyarakat umum.

Hal ini diperburuk dengan pemahaman masyarakat yang belum menyeluruh akan biaya yang dibutuhkan dan dampak yang akan diperoleh dari penyelenggaraan ajang itu. Selama ini masyarakat lebih banyak menekankan pada biaya, tanpa melihat dampak positifnya. Pemerintah sendiri telah menganggarkan dana Rp 855 miliar untuk menggelar perhelatan tersebut. Angka ini terlihat cukup besar. Tapi dibanding Asian Games 2018 yang menelan dana Rp 8,7 triliun, di luar biaya pembangunan infrastruktur, biaya pertemuan di Bali relatif kecil.

Asian Games berlangsung 16 hari, sedangkan pertemuan IMF Bank Dunia tujuh hari. Jika kita bagi rata-rata anggaran per hari, Asian Games 2018 membutuhkan Rp 543,7 miliar per hari, sedangkan pertemuan IMF dan Bank Dunia berkisar Rp 122,1 miliar per hari. Belum lagi dari sisi negara, pertemuan IMF Bank Dunia diikuti 189 negara, Asian Games cuma 45 negara di Asia.

Masyarakat belum banyak tahu, tidak semua anggaran penyelenggaran berupa uang habis pakai. Sebagian anggaran digunakan untuk menalangi delegasi menyewa kamar hotel dan ruangan. Karena dana talangan, dana yang terpakai akan dibayarkan kembali oleh mereka ke pemerintah dalam bentuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selain itu, sebanyak Rp 555 miliar (64%) digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. Artinya, hanya 36% (Rp 313 miliar) terpakai untuk keperluan non-infrastruktur.

Terdapat dua dampak langsung dari pertemuan tersebut. Pertama adalah dampak terhadap perekonomian daerah. Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro, memperkirakan sekitar Rp 6,9 triliun akan berputar di Bali saat pertemuan berlangsung.

Kedua, efek langsung berikutnya adalah peningkatan pendapatan daerah/pusat melalui penerimaan pajak. Seperti yang pertama dari sisi akomodasi, Pimpinan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali memperkirakan para peserta pertemuan IMFBank Dunia akan menginap di hotel bintang empat dan lima di Bali.

Sebanyak 13.500 kamar hotel di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya akan disewa selama 10 hari dengan tarif rata-rata per malam US$ 600 ditambah 4.500 kamar di area Kuta dan sekitarnya dengan tarif per malam sekitar US$ 200.

Menggunakan kurs saat ini, maka total biaya pengeluaran untuk akomodasi para delegasi dan peserta pertemuan tersebut bisa mencapai Rp 1,3 triliun. Kedua, jika diasumsikan pengeluaran cenderamata 20% dari total pengeluaran akomodasi, maka mereka akan mengeluarkan uang sekitar Rp 262 miliar. Ketiga, panitia nasional pertemuan itu menyebut akan ada sekitar 2.0003.000 pertemuan terkait acara tersebut. Jika kita asumsikan terdapat 2.500 pertemuan dengan biaya per pertemuan mencapai Rp 100 juta, biaya penyelenggaraan pertemuan mencapai Rp 250 miliar.

Jika kita total ketiganya maka biaya pengeluaran mencapai Rp 1,82 triliun. Dengan tarif pajak hotel dan PPN sebesar 10%, maka potensi penerimaan pajak mencapai Rp 182 miliar. Angka tersebut hampir 60% dari biaya non-infrastruktur penyelenggaran AM IMF-WB 2018.

Itupun belum menghitung pengembalian uang dana talangan sewa kamar hotel dari para delegasi, pajak penghasilan, biaya sewa kendaraan, airport tax, pajak penjualan tiket pesawat, dan dampak perekonomian ke daerah lain. Sederhananya, semua uang yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan AM IMF-WB 2018 akan kembali lagi, bahkan melebihi biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0508 || diagnostic_web = 0.3326

Close [X]
×