kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45861,04   -5,21   -0.60%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Bikin Cemas


Rabu, 09 Juni 2021 / 10:49 WIB
Bikin Cemas
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Kecemasan sejumlah pihak terkait melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia pasca Lebaran akhirnya terbukti. Seperti yang diketahui, banyak warga yang nekat mudik saat perayaan Idul Fitri meski sebelumnya sudah dilarang. Data Satgas Covid-19 menunjukkan, hingga Senin (7/6) ada tambahan 6.993 kasus baru korona, dengan total menjadi 1.863.031 kasus. Sementara, jika dihitung sejak 13 Mei 2021 (Idul Fitri) hingga Senin (7/6/2021), rata-rata pasien positif Covid-19 naik 5.255 orang per hari. Angka ini lebih tinggi daripada rata-rata 25 hari sebelumnya yaitu 5.092 orang per hari.

Di sejumlah daerah, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Salah satu daerah yang menjadi perhatian saat ini Kabupaten Bangkalan, Madura. Di wilayah ini, jumlah kasus korona meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Melansir Kompas.com, per Minggu (6/6/2021), ada 25 kasus pasien baru yang positif Covid-19, dua pasien Covid-19 meninggal dunia, 17 suspek.

Tak hanya Madura, Jawa Tengah juga mengalami kondisi serupa. Kini, sebanyak delapan daerah di Jawa Tengah disebut berstatus zona merah. Padahal, sebelumnya hanya ada tiga daerah yang berstatus zona merah yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sragen. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut delapan daerah berstatus zona merah antara lain Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Sragen, Brebes dan Kabupaten Tegal.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan lonjakan kasus korona di sejumlah wilayah Indonesia. Pertama, mobilitas masyarakat yang tinggi saat Lebaran. Kedua, masyarakat tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ketiga, tingkat testing yang rendah.

Oleh karenanya, pemerintah harus lebih tegas dalam menegakkan protokol kesehatan dalam masyarakat. Kondisi di Malaysia bisa dijadikan contoh positif. Di Negeri Jiran itu, pemerintah setempat memberlakukan lockdown ketat sejak pekan lalu setelah angka Covid-19 meroket. Kota-kota besar Malaysia bak kota mati. Hasilnya tidak sia-sia. Per 7 Juni, Malaysia mencatatkan penurunan kasus dengan 5.271 kasus secara nasional dari sebelumnya 9.000 kasus pada akhir Mei 2021.

Indonesia juga harus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah harus meningkatkan pelaksanaan testing, tracing, treatment sekaligus vaksinasi. Sedangkan masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan meremehkan Covid-19.

Penulis : Barratut Taqyiyah Rafie

Redaktur Pelaksana




TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×