kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45940,24   -1,13   -0.12%
  • EMAS924.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Bonus Demografi

oleh Khomarul Hidayat - Redaktur Pelaksana


Senin, 25 Januari 2021 / 12:37 WIB
Bonus Demografi
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Ada yang menarik dari data sensus penduduk tahun 2020 dari Badan Badan Pusat Statistik (BPS). Yakni soal demografi penduduk Indonesia yang ternyata mayoritas adalah generasi Z dan generasi milenial.

BPS menyebut generasi Z ini adalah mereka yang lahir pada tahun 1997-2012. Sementara generasi Milenial, mereka yang lahir pada tahun 1981-1996. Populasi dua generasi tersebut kalau ditotal mencapai 53,81% total penduduk Indonesia hasil sensus tahun 2020 yang sebanyak 270,2 juta jiwa.

Lebih terperinci, jumlah penduduk generasi Z sebanyak 27,94% dari total penduduk dan generasi milenial sebanyak 25,87%. Kalau ditotal, dua generasi ini jumlahnya mencapai 145,39 juta jiwa.

Mereka-mereka inilah yang dimaksud dengan bonus demografi. Dua generasi itu masuk dalam usia produktif serta bakal menjadi penggerak dan kekuatan ekonomi Indonesia di masa mendatang. Bahkan sekarang pun, "karakter" generasi tersebut sudah terlihat dalam pembentukan ekonomi Indonesia.

Contohnya, pola bisnis generasi milenial yang cenderung memilih bisnis e-commerce, sektor jasa dan juga start up dibandingkan industri manufaktur. Begitu pula pola belanja mereka yang cenderung untuk pemenuhan kebutuhan tersier dibandingkan kebutuhan primer.

Makanya penting bagi pengambil kebijakan ekonomi untuk memperhatikan betul bonus demografi ini agar bisa membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan bukan malah menjadi beban ekonomi di kemudian hari. Dengan begitu, kita akan mendapat manfaat dan bisa menikmati bonus demografi seperti yang didambakan selama ini.

Namun, tantangan untuk menjadikan bonus demografi sebagai peluang memacu ekonomi tak mudah sekarang. Terlebih, krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berujung resesi ekonomi menghadirkan tantangan berat untuk menjadikan bonus demografi sebagai peluang.

Krisis ekonomi melahirkan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran yang meningkat, angkatan kerja banyak yang tak terserap, dan investasi yang juga masih tersendat.

Padahal ketersediaan lapangan kerja dan investasi adalah instrumen penting untuk menyerap angkatan kerja produktif atau mereka-mereka yang saat ini masuk generasi Z dan generasi milenial.

Ini harus jadi perhatian. Tanpa penyediaan lapangan kerja memadai, bonus demografi mungkin tak bakal kita nikmati hasilnya.

Penulis : Khomarul Hidayat

Redaktur Pelaksana




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Menganalisa dan Merumuskan Strategi Bisnis Sukses Memimpin: Tetap Produktif Di Tengah Pandemi

[X]
×