Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Buruk muka, tarif pesawat dibelah

Jumat, 08 Februari 2019 / 09:38 WIB

Buruk muka, tarif pesawat dibelah

Sepertinya harga tiket pesawat tak boleh murah di negeri ini. Harus mahal, dan hanya orang berkemampuan finansial yang boleh menggunakan pesawat sebagai moda transportasi. Bagi yang berkantong cekak jangan bermimpi membelah angkasa menuju kota tujuan.

Hal ini bukan cakap kosong. Beberapa bulan belakangan harga tiket pesawat naik dua kali lipat, bahkan lebih, hingga membuat banyak penumpang merevisi rencana perjalanan menumpang pesawat. Ada apa sebenarnya?

Empat tahun lalu, sebelum terjadi kecelakaan pesawat terbang Air Asia QZ 8501 di Selat Karimata akhir tahun 2014, bangsa Indonesia pernah dimanjakan oleh tiket penerbangan murah, oleh maskapai penerbangan dari Malaysia Air Asia. Namun pasca kecelakaan, Menteri Perhubungan (Menhub) ketika itu Ignasius Jonan menaikkan tarif batas bawah tiket penerbangan hingga 40%.

Menhub berargumen bahwa tarif murah atau biasa diistilahkan dengan low cost carrier (LCC) berpotensi mengabaikan faktor keselamatan penerbangan. Banyak biaya yang dikurangi sehingga kondisi pesawat tidak layak terbang, namun tetap dipaksakan demi memenuhi kebutuhan transportasi udara konsumen.

Meskipun saat itu harga tiket pesawat naik, harganya masih terjangkau masyarakat. Apalagi, sepanjang tahun terjadi peningkatan kebutuhan transportasi udara di tengah masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2017, setidaknya sekitar 28,5 juta jiwa penduduk Indonesia berstatus migran. Para migran atau perantau inilah yang biasanya menggunakan jasa pesawat terbang untuk sekedar menjenguk orang tua atau bahkan menjaga silaturahmi dengan keluarga di tanah kelahiran.

Seiring dengan itu, tanpa terbendung terjadi juga pertumbuhan maskapai penerbangan di tanah air, khususnya Lion Air. Jadi kloplah, tingginya permintaan jasa transportasi udara diiringi dengan pesatnya pertumbuhan maskapai penerbangan.

Rakyat pun bahagia karena tak perlu berpeluh menggunakan angkutan jalan raya. Berpergian naik pesawat tak lagi menjadi barang mewah. Bayangkan saja, tiket Medan menuju Jakarta pada saat itu hanya Rp 650.000.

Pesatnya pertumbuhan penumpang pesawat tak bisa dilepaskan dari perkembangan maskapai yang memang menginginkan rakyat Indonesia dengan mudah dan murah menggunakan pesawat kemana pun tujuannya.

Sampai-sampai slogan dari Lion Air berbunyi "We Make People Fly". Dari slogan itu saja menjadi tanda bahwa sesungguhnya harga tiket pesawat dapat didesain murah dan terjangkau publik.


Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0911 || diagnostic_web = 0.5022

Close [X]
×