Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Catatan mudik gratis maritim 2019

Selasa, 11 Juni 2019 / 14:07 WIB

Catatan mudik gratis maritim 2019
ILUSTRASI.

Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah telah berlalu. Prosesi arus mudik dan arus balik lebaran pun sudah usai; orang-orang yang kemarin mudik dan liburan kini sudah kembali beraktivitas sebagaimana biasanya.

Saatnya mengilas-balik peristiwa kolosal tahunan itu dalam sebuah catatan. Pasalnya, masih banyak kita temukan kekurangan dan perlu diperbaiki di masa mendatang, agar pelaksanaan arus mudik maritim, dan arus balik pada tahun-tahun ke depan dapat lebih baik lagi. Kilas-balik difokuskan pada pelaksanaan mudik dan arus balik maritim atau mudik menggunakan kapal laut.

Mudik maritim pertama kali digelar tahun 2015 yang memberangkatkan pemudik sepeda motor ke berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa setelah turun di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang di Jawa Tengah. Kita sebut saja ini jenis pertama. Ini gawean Kementerian Perhubungan sepenuhnya, tidak ada keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dalamnya. Kemhub mencarter KM Dobonsolo untuk program tersebut dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Sayang, tidak diketahui berapa besar duit negara yang dikeluarkan setiap arus mudik dan balik untuk menyewa kapal yang dibangun di galangan Jos L Meyer, Papenburg, Jerman, tahun 1992 itu. Termasuk, biaya-biaya lain semisal uang tambat dan uang labuh atau port dues (seorang teman praktisi pelabuhan di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, memberi tahu penulis bahwa dalam setiap perhelatan mudik gratis maritim tersebut, operator pelabuhan membebaskan port dues bagi kapal yang dioperasikan yang jumlahnya lumayan.

Sejak dimodifikasi sekitar enam tahun lalu sehingga juga dapat mengangkut barang (baca: kendaraan), KM Dobonsolo menjadi tulang punggung mudik maritim hingga kini. Pada musim mudik Lebaran 2016, kapal ini sempat "dikandangkan" oleh Menteri Perhubungan kala itu, Ignasius Jonan.

Sebagai gantinya, pemudik sepeda motor diangkut ke berbagai pojok kampung di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kereta api. Pernah pula KM Dobonsolo bertandem dengan KM Mutiara Santosa III milik PT Atosim Lampung mengangkut pemudik motor dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Tanjung Emas pada musim mudik Lebaran 2017.

Mudik maritim jenis kedua adalah yang dibandari oleh BUMN. Dimaksud dengan dibandari ialah BUMN membeli sejumlah tiket kapal (biasanya kapal Pelni) dan membagikannya kepada para pemudik yang sudah didaftar sebelumnya oleh pihak perusahaan pelat merah yang mengadakan program mudik gratis maritim.

Tiket yang disiapkan oleh BUMN bagi pemudik sekitar seribuan lembar setiap musim mudik hari raya. Itu berarti, jika kapal Pelni yang akan membawa penumpang berkapasitas 2.000 penumpang, tiket yang dibeli BUMN sebanyak 1.000 lembar. Sisanya dijual Pelni ke penumpang umum (bukan peserta mudik gratis).


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0902 || diagnostic_web = 0.3658

Close [X]
×