Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Crowding in

Kamis, 11 Oktober 2018 / 14:19 WIB

Crowding in

Hingga akhir bulan ini, pemerintah tengah menjajakan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 15. Hajatan ini membuat orang yang memiliki dana berlebih melonjak girang. Pasalnya, kali ini, pemerintah memberikan iming-iming bunga ORI sebesar 8,25% per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bunga deposito perbankan yang masih berada di kisaran 6% setahun. Belum lagi, pajak penghasilan final bunga deposito 20%; sementara pajak bunga ORI hanya 15%.

Namun, aksi pemerintah yang agresif menjaring dana masyarakat lewat surat utang eceran ini mulai membuat sebagian bankir gerah. Pasalnya, sebagian bank terpaksa harus mulai menaikkan bunga deposito mereka agar tetap bisa bersaing merebut hati para pemilik dana. Yang paling terdampak, tentu saja, bank-bank kecil yang selama ini sangat mengandalkan deposito sebagai sumber utama darah mereka. Sebagian bank kecil mengaku berancang-ancang menaikkan bunga deposito mereka.

Dalam kondisi seperti ini, para ekonom sering mengingatkan pemerintah akan adanya risiko crowding out. Singkatnya, jika bank-bank terus meningkatkan bunga simpanan agar bisa bersaing dengan produk-produk surat utang pemerintah yang berbunga tinggi, ujung-ujungnya bunga kredit pun akan terkerek naik. Nah, bunga pinjaman yang tinggi akan membuat swasta enggan berinvestasi (crowding out) karena biaya yang dikeluarkan terlalu mahal.

Peringatan yang sama juga muncul ketika pemerintah terlalu bersemangat masuk ke proyek-proyek infrastruktur. Kondisi ini seringkali membuat kontraktor swasta menjadi terpinggirkan karena kalah bersaing dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bagaimana pun pemerintah perlu mencermati risiko crowding out ini. Namun, saat ini, tampaknya fenomena crowding out - kalau pun mulai muncul - belum terlalu mengkhawatirkan. Soal bunga deposito, sejauh ini, baru bank-bank kecil yang mengerek bunga. Sementara bankir besar mengaku belum terpengaruh oleh kehadiran si seksi ORI. Artinya, dampak ke bunga pinjaman tidak akan signifikan.

Di saat roda ekonomi berputar di bawah kapasitasnya, sebagian ekonom bilang, belanja pemerintah (yang dibiayai dengan utang), biasanya justru memicu konsumsi swasta. Jika konsumsi meningkat, investasi swasta tetap akan mengalir. Dus, alih-alih crowding out, secara agregat, mungkin, ekonomi justru mengalami crowding in.•

Cipta Wahyana

Reporter: Cipta Wahyana
Editor: Tri Adi

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0628 || diagnostic_web = 0.4091

Close [X]
×