Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.201
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Cuti bersama dan produktivitas dunia usaha

Jumat, 04 Mei 2018 / 15:18 WIB

Cuti bersama dan produktivitas dunia usaha



Libur Idul Fitri yang terlalu panjang boleh jadi bakal berdampak kurang baik bagi sektor dunia usaha kita karena berpotensi menurunkan produktivitas dan daya saing. Maka, bagaimana kalau libur Idul Fitri di negeri ini sebaiknya cukup sehari atau dua hari saja?

Pemerintah telah memutuskan menambah cuti bersama liburan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 15 dan 16 Juni 2018 mendatang. Keputusan penambahan cuti bersama libur Lebaran ini dituangkan dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri yang ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Apabila digabung dengan libur akhir pekan reguler, dengan penambahan cuti bersama ini, maka libur Hari Raya Lebaran 2018 menjadi total 12 hari. Yakni terhitung mulai mulai 9 Juni hingga 20 Juni yang akan datang, dan sekaligus mencatatkan rekor sebagai libur Idul Fitri terlama dalam sejarah libur resmi sejak Indonesia merdeka.

Kita telah mafhum sejak lama, kendatipun Idul Fitri sejatinya berlangsung hanya sehari, toh libur Lebaran di negeri ini bisa berlangsung beberapa hari. Boleh jadi panjangnya libur Idul Fitri ini untuk memberi kesempatan bagi mereka yang hendak melakoni perjalanan mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri yang datang cuma setahun sekali dan sekaligus untuk mengurai lalu-lintas selama dan setelah musim mudik Lebaran.

Sebagaimana kita maklumi, mudik Lebaran telah menjadi acara kolosal tahunan bagi sebagian warga negeri ini. Saban tahun pula kehebohan mudik selalu muncul dan menjadi salah satu agenda nasional, yang menyedot energi serta ongkos yang tidak kecil serta membuat banyak pihak repot dan sibuk. Aktivitas mudik tampaknya telah menjadi tradisi yang mendarah daging di kalangan masyarakat kita. Bagi kebanyakan orang di negeri ini, sepertinya kurang afdhal, kurang elok, merayakan Hari Raya Lebaran tanpa mudik ke kampung halaman.

Faktanya, jauh hari sebelum Lebaran tiba, sebagian masyarakat kita sudah sibuk bersiap untuk mudik. Di antaranya saja, misalnya, mulai memesan tiket kereta api, tiket kapal laut serta pesawat terbang, mem-booking mobil sewaan, hingga membeli sepeda motor secara kredit.

Selain itu, momen mudik tidak jarang dijadikan kesempatan untuk menunjukkan berbagai kesuksesan hidup yang telah digapai di kota tempat mereka selama ini merantau. Mudik menjadi semacam arena pameran keberhasilan duniawi.

Kalau kita cermati lebih jauh, ajaran Islam sendiri tidak pernah mewajibkan mudik pada saat Hari Idul Fitri. Tidak pula mewajibkan saling bermaaf-maafan pada saat Hari Raya. Sejatinya, mudik untuk bersilaturahmi dengan kerabat atau handai taulan dapat dilakukan kapan saja. Begitu juga untuk memohon maaf, tidak harus menunggu momen Idul Fitri tiba.

Oleh karena itu, sesungguhnya tidak perlu pula memberi tambahan libur Idul Fitri. Seperti hari-hari libur umum lainnya, libur Idul Fitri cukup diberlakukan sehari atau dua hari saja. Alangkah baiknya apabila kelar merayakan Idulfitri, hari berikutnya adalah hari kerja biasa -bukan diliburkan seperti yang berlaku selama ini. Mestinya tidak perlu mengistimewakan Idul Fitri dengan jalan menambah jatah hari libur sebelum dan setelah Idul Fitri.

Memperpanjang libur Idul Fitri malah membuat bangsa ini terlihat cenderung beretos kerja rendah dan kurang produktif. Padahal, ajaran Islam mengajarkan agar kita tidak malas dan senantiasa produktif. Perintah ini dengan gamblang dinyatakan dalam Al-Quran. "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumuah: 10).


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0072 || diagnostic_api_kanan = 0.0524 || diagnostic_web = 0.4905

Close [X]
×