Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri: Produk lokal tak ada 10% di e-Commerce

Senin, 04 Februari 2019 / 16:02 WIB

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri: Produk lokal tak ada 10% di e-Commerce

KONTAN: Cuma, menurut BPS, banyak pelaku e-commerce yang enggan didata. Pemerintah akan diam saja?
TJAHYA:
Keengganan ini memang terjadi, karena bagi pelaku e-commerce, data merupakan aset penting mereka. Namun demikian, pelaku e-commerce juga perlu didorong untuk bisa memahami, bahwa pemerintah memerlukan data-data tersebut agar dapat mengambil kebijakan yang tepat.

Ini, kan, untuk mendorong pertumbuhan ekosistem industri e-commerce sendiri. Oleh karena itu, Kemdag sedang menyiapkan regulasi terkait kewajiban para pelaku usaha e-commerce untuk melakukan pendaftaran dan penyampaian data mereka.

KONTAN: Sejauh ini, bagaimana pertumbuhan e-commerce di tanah air?
TJAHYA:
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia sangat pesat. BI memperkirakan, transaksi e-commerce di Indonesia tahun ini total bisa mencapai Rp 144 triliun.

Bahkan, riset McKinsey berjudul The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia’s Economic Development yang dirilis Agustus 2018 lalu memproyeksikan, pasar e-commerce Indonesia pada 2022 akan tumbuh jadi US$ 55 miliar atau Rp 808 triliun.

Kemdag melihat, e-commerce sebagai salah satu alat untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Dan, e-commerce memberikan banyak peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bersifat inklusif.

KONTAN: Saat ini, seberapa besar peran e-commerce terhadap pertumbuhan?
TJAHYA:
Kalau dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB), memang masih di bawah 1%. Sedangkan kalau dibandingkan dengan konsumsi rumahtangga, sekitar 1,34%.

KONTAN: Ke depan, kontribusinya seberapa besar?
TJAHYA:
Bisa tumbuh dua kali lipat terhadap PDB dalam lima tahun ke depan.

KONTAN: Lalu, apa tantangan utama e-commerce?
TJAHYA:
Tantangan utama yang dihadapi adalah dalam menentukan langkah kebijakan yang tepat untuk mendorong e-commerce Indonesia terus tumbuh dan bisa dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah melalui Perpres No. 74/2017 tentang Peta Jalan E-commerce telah menyusun arah dan langkah-langkah bagi 21 kementerian dan lembaga untuk menghadapi tujuh isu utama dalam  mengembangkan e-commerce di Indonesia. Yaitu, isu perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia (SDM), pendanaan, perpajakan, infrastruktur komunikasi, logistik, dan keamanan siber.


Reporter: Ragil Nugroho
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0511 || diagnostic_web = 0.4742

Close [X]
×