Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Diversifikasi daerah dalam perekonomian

Rabu, 22 Mei 2019 / 16:14 WIB

Diversifikasi daerah dalam perekonomian

Perkiraan analis ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 (year on year) yang semula diprediksi 5,2%, ternyata meleset pada angka 5,07%. Pertumbuhan 5,07%, naik tipis dibanding kuartal I-2018 sebesar 5,06%. Pertumbuhan ekonomi kali ini lebih banyak didorong oleh aktivitas belanja pemerintah.

Kondisi ini, ditengarai karena pesta demokrasi berupa pemilihan umum (Pemilu) 2019 tidak banyak membantu dalam mendorong pertumbuhan perekonomian secara nasional. Namun sebaliknya, tarikan atas imbas tekanan ekonomi global karena kondisi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China lebih berdampak pada ekonomi domestik, yakni berupa efek aktivitas ekspor-impor dalam negeri yang tersendat, sehingga menyebabkan ekonomi tumbuh stagnan.

Untuk mengatasi kondisi di atas, harapannya agar ekonomi nasional di kuartal II-2019 dapat mencapai angka pertumbuhan sebesar 5,2%–5,3%, maka selain aksi belanja pemerintah, peran sektor non pemerintah juga harus lebih digalakkan. Menurut penulis, solusi untuk meningkatkan sektor non pemerintah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi adalah melalui peningkatan roda ekonomi daerah melalui diversifikasi.

Mengapa diversifikasi daerah begitu mendesak? Selain diyakini mampu menambah daya dorong perekonomian, juga diharapkan menjadi strategi khusus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa struktur sumber pertumbuhan yang berimbang, baik antar sektor ekonomi maupun antar daerah, sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kesinambungan pertumbuhan ekonomi. Dinamika perekonomian nasional beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran penting bahwa struktur perekonomian yang terkonsentrasi hanya kepada beberapa sektor, terutama kepada sektor komoditas primer, dapat menyebabkan perekonomian Indonesia rentan terhadap gejolak global. Rasio diversifikasi yang rendah akan berujung pada kontraksi pertumbuhan ekonomi di daerah sehingga menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Ketergantungan daerah pada harga komoditas primer mengakibatkan pertumbuhan ekonomi berfluktuasi, tergantung pada harga yang tercipta di pasaran. Jika harga komoditas tinggi, maka pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional akan terkerek tinggi dan sebaliknya.

Akhir-akhir ini harga minyak sawit yang turun drastis sebagai imbas dari kebijakan diskriminasi Uni Eropa. Hal serupa juga menimpa harga batubara yang tak beranjak naik pada harga normal.

Untuk itu, perlu upaya penguatan perekonomian, dengan menggali sumber pertumbuhan ekonomi melalui perluasan diversifikasi daerah. Kebijakan diversifikasi daerah ini diperkirakan menambah 0,3%–0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Terlihat pada ekonomi kuartal I-2019, kontribusi pertumbuhan ekonomi di Indonesia lebih banyak dikontribusikan oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,03%, diikuti oleh Pulau Sumatra 21,36%, Kalimantan 8,26%, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,14%, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,02%. Sementara kontribusi terendah diberikan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua.

Salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan perekonomian di beberapa kelompok provinsi tersebut karena hanya bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA), terutama di sektor perkebunan, penggalian, dan pertambangan.

Apabila dilihat secara wilayah, terdapat provinsi-provinsi di Indonesia yang sejak beberapa tahun terakhir masih mengalami kontraksi ekonomi. Daerah tersebut merupakan provinsi-provinsi yang memiliki ketergantungan tinggi pada sumber daya alam.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0440 || diagnostic_web = 0.3429

Close [X]
×