kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS937.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Evaluasi Pertamina

oleh Sandy Baskoro - Redaktur Pelaksana


Kamis, 01 April 2021 / 12:02 WIB
Evaluasi Pertamina
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Kilang minyak Pertamina kembali terbakar. Kali ini insiden kebakaran terjadi di kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (29/3) dini hari.

Tim Pertamina langsung bergerak, mengisolasi area agar kebakaran tidak meluas dan berefek panjang. Setidaknya empat dari 72 tangki di kilang Balongan terbakar.

Kejadian tersebut menjadi pukulan bagi Pertamina. Apalagi, kilang Balongan dalam proses modernisasi dengan menambah kapasitas produksi dari 125.000 barel per hari (bph) menjadi 150.000 bph. Progres konstruksi modernisasi sudah 10,12% pada 22 Januari 2021. Kapasitas kilang Balongan saat ini (125.000 bph) setara 16% dari total kapasitas kilang nasional.

Pertamina sudah memastikan, ada potensi kehilangan produksi sebesar 400.000 barel akibat tidak beroperasinya Kilang Balongan dalam beberapa waktu ke depan.

Insiden Balongan bukan kali pertama menimpa kilang Pertamina. Belum genap sewindu, sudah ada empat kilang Pertamina yang hangus terbakar.

Sebagai kilas balik, pada 2014, kilang minyak Dumai Riau terbakar. Dua tahun kemudian, giliran kilang minyak Cilacap yang dilalap api. Pada 2019, kebakaran kembali terjadi, kali ini melanda kilang Balikpapan. Insiden terakhir, api melahap empat tangki di kilang Balongan, tiga hari lalu.

Insiden yang selalu berulang ini harus menjadi perhatian bagi sistem ketahanan energi Indonesia. Kejadian tersebut semestinya membuka mata pemerintah, khususnya Kementerian BUMN sebagai pemegang saham Pertamina. Kenapa selama tujuh tahun terakhir, ada empat kilang Pertamina terbakar?

Ada kesan, Pertamina, juga pemerintah, tidak belajar dari insiden kebakaran yang selalu berulang. Maka wajar apabila publik bertanya-tanya, apakah tidak ada evaluasi dari setiap kebakaran kilang? Padahal, aset kilang Pertamina merupakan objek vital nan strategis, yang tentunya sebagai tulang punggung sektor hilir migas Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk tim investigasi untuk menelusuri kejadian Senin dini hari itu. Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat juga akan memanggil direksi Pertamina untuk mengklarifikasi insiden.

Insiden kilang Balongan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi Pertamina, terutama sistem keamanan dan keandalan kilang. Hasil investigasi dan rencana pembenahan pun harus dibuka secara transparan.

Penulis : Sandy Baskoro

Redaktur Pelaksana




TERBARU

[X]
×