Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Guru dan pembelajaran investasi

Senin, 26 November 2018 / 13:49 WIB

Guru dan pembelajaran investasi

Seorang yang sinis suatu ketika berkata kepada G.K. Chesterton, novelis dan esais Inggris, "Berbahagialah orang yang tidak mengharapkan apa pun, karena dia tidak akan kecewa." Apakah jawaban Chesterton? "Berbahagialah orang yang tidak mengharapkan apapun, karena dia akan menikmati segala sesuatu."

Itulah sepenggal kisah yang dituliskan Jason Zweig sebagai komentar dalam bab ketiga buku legendaris The Intelligent Investor karya Benjamin Graham.

Komentar Jason juga termuat di buku itu. Tampaknya ia hendak menyuguhkan pandangan yang menenteramkan investor yang selalu berhadapan dengan pasang-surut harga saham di pasar, bahwa harapan memang perlu disesuaikan dengan realitas.

Adapun pasang-surut dalam berinvestasi di pasar modal adalah hal yang umum berlaku. Bagi para trader maupun investor, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini pun dapat membuat bimbang bila mereka tidak sanggup untuk bersikap seperti yang dikatakan Chesterton, yakni tidak mengharapkan apa pun, tapi menikmati segala sesuatu. Di awal tahun IHSG berada di 6.366,08, tapi pada pertengahan tahun, yakni 3 Juli 2018, menurun drastis ke 5.663,64. Walaupun kemudian dalam beberapa bulan terakhir ini kembali menguat dan beberapa analis memprediksi, IHSG akan melewati 6.000 pada akhir tahun 2018.

Pada awal tahun 2018 sempat timbul banyak kekhawatiran akan munculnya krisis sepuluh tahunanyang sebelumnya terjadi pada 2008 dan 1998. Orang jadi takut berinvestasi, karena mewaspadai risiko yang bakal muncul. Tahun 2018 akan segera berakhir dan sejauh ini kondisi perekonomian di Tanah Air cukup kondusif untuk berinvestasi. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) selama beberapa pekan belakangan terbilang stabil dan data fundamental ekonomi kita masih bagus. Saham-saham bluechips dengan market cap yang besar diprediksi banyak kalangan akan menguat kembali, menerbitkan harapan bagi investor.

Investasi apapun, tak hanya saham, mengandung risiko. Namun, selama ini, masyarakat tampaknya masih agak menjauhi saham, dibuktikan dengan masih sedikitnya jumlah investor domestik bila dibandingkan jumlah penduduk secara keseluruhan. Banyak yang lebih memilih berinvestasi dengan emas atau properti. Padahal, orang yang sukses secara finansial dari saham dan bisa dijadikan teladan atau guru itu ada. Nama Warren Buffett mungkin sudah pernah kita dengar, atau di Indonesia Lo Kheng Hong.

Nama-nama yang saya sebut di atas tidak hidup di menara gading. Kadang mereka tampil di publik, dan bahkan portofolio yang merekam keberhasilan mereka dalam berinvestasi saham ada yang disajikan transparan. Ketidakmauan banyak orang berinvestasi di saham dengan demikian dapat diasumsikan lahir dari ketidaktahuan dan takut pada risiko yang muncul. Sifat dasar manusia memang demikian: takut dan khawatir sesuatu yang tidak diketahui.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0658 || diagnostic_web = 0.4116

Close [X]
×