Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Halim Alamsyah, Ketua LPS: Kenaikan bunga bank masih cukup terbuka

Senin, 10 September 2018 / 17:54 WIB

Halim Alamsyah, Ketua LPS: Kenaikan bunga bank masih cukup terbuka



Seperti biasa, kenaikan suku bunga acuan BI akan diikuti kenaikan bunga perbankan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, secara rata-rata kenaikan bunga bank benchmark baru 44 bps.

Bagaimana peluang kenaikan bunga bank ke depan? Likuiditas perbankan bakal kian mengetat? Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah membeberkannya kepada wartawan Tabloid KONTAN Nina Dwiantika, Selasa (21/8) lalu. Berikut nukilannya:

KONTAN: Bagaimana arah suku bunga ke depan?
HALIM:
Sepanjang volatilitas tidak terlalu besar, maka kebutuhan untuk menaikkan bunga tidak terlalu besar. Lalu, dari sisi perbedaan bunga di dalam dan luar negeri terutama untuk imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN), masih cukup potensial, sekitar 7,9% atau akan tembus angka 8%.

Yield dari SBN ini akan cukup menarik untuk investor asing menyimpan dana di Indonesia dibandingkan dengan yield negara lain yang lebih rendah.

Sebenarnya, imbal hasil yang tinggi pada SBN karena BI mengerek suku bunga acuan. Nah, kenaikan suku bunga acuan BI lebih banyak direspons pasar uang dibanding perbankan.

Artinya, perbankan justru lebih cepat menaikkan bunga deposito, sedangkan bunga kredit belum bisa segera naik.

KONTAN: Lalu, kapan bunga kredit perbankan naik?
HALIM:
Dengan konsistensi BI menaikkan suku bunga acuan, perlahan-lahan bunga kredit akan ikut naik. Apalagi, masih ada ruang terbuka bagi bunga deposito untuk kembali mengalami kenaikan.

Dari pantauan kami, rata-rata bunga deposito per Juli 2018 sebesar 5,6%. Yang paling cepat merespons kenaikan suku bunga acuan justru bank besar, yakni BUKU III dan BUKU IV. Sementara BUKU II dan BUKU I sudah lama menaikkan bunga deposito.

Oleh karena itu, sejak tahun lalu, banyak dana yang mengalir ke bank BUKU II dan BUKU I tetapi jumlahnya kecil. Soalnya, kebutuhan untuk membiayai kredit tidak terlalu besar.

Arah kebijakan moneter global dan domestik sudah berubah menjadi lebih hawkish. Perbaikan ekonomi yang diikuti peningkatan inflasi menjadikan bank sentral di berbagai negara akan lebih yakin dalam memutuskan kenaikan tingkat bunga lebih tinggi.

Di sisi lain, tantangan bagi emerging market termasuk Indonesia adalah volatilitas di pasar keuangan, khususnya nilai tukar dan ada defisit neraca transaksi berjalan.

Kondisi ini tentu akan menjadi pertimbangan penting lain bagi BI untuk menentukan arah kenaikan tingkat bunga kebijakan.


TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×