kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,14   -3,74   -0.39%
  • EMAS956.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Harapan Besar

oleh S.S. Kurniawan - Redaktur Pelaksana


Rabu, 06 Januari 2021 / 13:28 WIB
Harapan Besar
ILUSTRASI.


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Tahun 2021 bakal menjadi tahun bersejarah buat Indonesia. Mulai 13 Januari, pemerintah akan memulai vaksinasi massal virus korona baru, yang tentu saja belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama yang akan menerima vaksin virus korona buatan Sinovac asal China. Proses penyuntikannya bakal disiarkan langsung. Tujuannya, untuk mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadap vaksin virus korona.

Maklum, pengembangan dan peluncuran vaksin berjalan dengan kecepatan tinggi, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meski begitu, vaksin menawarkan harapan besar untuk membalikkan gelombang tinggi pandemi Covid-19.

Apalagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, pandemi tahun ini bisa lebih buruk dari tahun lalu. Sebab, muncul varian baru virus korona yang lebih menular di Inggris juga Afrika Selatan, dan mulai menyebar ke banyak negara termasuk di Asia.

Untuk program vaksinasi gratis, pemerintah memproyeksikan, anggarannya mencapai Rp 74 triliun. Dan, mengacu Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, vaksinasi berlangsung dalam empat tahap, mulai Januari 2021 hingga Maret 2020.

Masing-masing tahapan memiliki sasaran penerima vaksin yang berbeda. Misalnya, sasaran tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021 adalah tenaga kesehatan. Tahap 2 dengan waktu pelaksanaan juga Januari-April 2021 ialah petugas pelayanan publik, seperti anggota TNI/Polri serta yang bekerja di bandara, bank, dan PLN.

Lantaran pasokan vaksin terbatas, vaksinasi berlangsung secara bertahap. Karena membutuhkan waktu untuk melakukan vaksinasi kepada semua orang, masyarakat tetap harus waspada, jangan lengah. Itu berarti, tetap menjalankan protokol kesehatan 3M dengan ketat: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Tidak kalah penting, menghindari tempat-tempat yang ramai.

Buat pemerintah, tentu saja makin gencar melaksanakan 3T: testing, tracing, treatment. Untuk treatment, penambahan fasilitas kesehatan sangat mendesak, mengingat banyak rumahsakit rujukan Covid-19 yang sudah penuh.

Meski vaksinasi mulai bergulir, perang melawan pandemi masih akan lama dan bertambah sengit. 

Penulis : S.S. Kurniawan

Redaktur Pelaksana




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×