kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Hijrah dari lingkaran setan kemiskinan


Selasa, 03 September 2019 / 11:05 WIB

Hijrah dari lingkaran setan kemiskinan


Umat Islam seluruh dunia, khususnya di Indonesia memperingati Tahun Baru Hijriah pada 1 Muharram 1441 H yang bertepatan dengan 1 September 2019. Setiap peringatan Tahun Baru Hijriah dapat dijadikan titik pijakan melakukan perubahan atau hijrah dalam segala aspek kehidupan. Salah satunya dari permasalahan kemiskinan.

Kemiskinan telah menjadi isu klasik dan lingkaran setan di negara ini. Kemiskinan bukan saja permasalahan personal, namun menjadi beban negara. Negara memiliki tanggung jawab untuk hadir menyelesaikannya masalah terkait kemiskinan ini. Parameternya adalah meminimalisasi secara periodik angka kemiskinan.

Sinergi antar pihak tentunya dibutuhkan guna merealisasikan upaya hijrah dari kemiskinan. Semua strategi juga penting dikerahkan, termasuk optimalisasi pelaksanaan ajaran teologi seperti zakat, sedekah, dan infak.

Dari sisi geografis, jumlah penduduk miskin paling banyak mendominasi di pulau Jawa sebesar 15,31 juta jiwa. Sedangkan sisanya tersebar di Sumatra sebesar 6,31 juta jiwa, Bali dan Nusa Tenggara 2,18 juta jiwa, pulau Sulawesi 2,19 juta jiwa, Maluku sebanyak 1,53 juta jiwa, dan Kalimantan 0,99 juta jiwa.

Sebanyak 63% penduduk miskin Indonesia berada di perdesaan dan mayoritas adalah petani dan nelayan. Jumlah pengangguran masih sekitar 7% dari seluruh angkatan kerja.

Salah satu upaya pengentasan kemiskinan dalam teropong teologis adalah melalui optimalisasi dana zakat. Umat Islam jadi mayoritas di Indonesia, tetapi penduduk miskin juga didominasi muslim. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) (2019) mencatat adanya potensi zakat yang besar, yaitu sekitar Rp 217 triliun atau hampir 10% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita tiap tahun. Sedangkan zakat yang terhimpun baru 1,2% atau Rp 3 triliun. Sentuhan teologis dan praktis penting guna optimalisasi zakat dan sejenisnya.

Multiefek (multiplier effect) dari pendistribusian dan pendayagunaan zakat sangat besar dalam upaya menekan angka kemiskinan. Efek tersebut akan semakin membesar sebanding dengan besarnya jumlah zakat yang didistribusikan dan didayagunakan. Dengan demikian hal yang penting adalah memperbesar jumlah zakat yang dikumpulkan.

Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS melaporkan program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang dilakukan BAZNAS pusat tahun 2018 telah berhasil dalam banyak hal. Pertama, berhasil meningkatkan penghasilan mustahik atau penerima zakat rata-rata sebesar 97,88%, atau mendekati 100%.

Kedua, berhasil secara signifikan memperbaiki tidak hanya kesejahteraan ekonomi mustahik, tetapi juga kesejahteraan spiritual (keislaman) mustahik, tingkat pendidikan dan kesehatan mustahik dan kemandirian ekonomi mustahik.

Ketiga, berhasil mengentaskan 28% mustahik dari garis kemiskinan versi Badan Pusat Statistik (BPS).

Keempat, bisa memperpendek 3,68 tahun dari waktu yang diperlukan untuk mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan versi BPS. Ini artinya, bila tanpa zakat, waktu pengentasan kemiskinan menjadi 3,68 tahun lebih lambat.

Kelima, sukses meningkatkan penghasilan mustahik hingga melampaui garis Kebutuhan Pokok Minimal (had kifayah) pada 36% dari total mustahik.

Keenam, BAZNAS berhasil meningkatkan penghasilan mustahik hingga melampaui garis nishab zakat pada 26% mustahik dengan standar nishab emas dan 23% mustahik dengan standar nishab beras, yang berarti bahwa mustahik tersebut telah dientaskan dari kemiskinan sedemikian rupa sehingga yang bersangkutan telah berubah status menjadi muzakki (pembayar zakat).


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0011 || diagnostic_web = 0.1615

Close [X]
×