kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45907,67   -0,77   -0.08%
  • EMAS937.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Indikator Kepercayaan

oleh Djumyati Partawidjaya - Redaktur Pelaksana


Jumat, 26 Maret 2021 / 07:37 WIB
Indikator Kepercayaan
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Baru-baru ini ada riset yang menarik yang mengukur masalah kepercayaan di masyarakat global. Dalam Edelman Trust Barometer ini, kita bisa melihat bagaimana masalah pandemik Covid-19 ini membuat kepercayaan masyarakat turun ke level terdalam.

Tahun 2020 yang penuh gejolak memang membawa perekonomian dunia dalam krisis. Krisis buruk yang juga memicu rasisme dan gejolak politik di berbagai belahan dunia. Barometer kepercayaan mengungkap berbagai isu epidemi ini memicu salah informasi dan ketidakpercayaan terhadap institusi sosial dan para pemimpin dunia.

Tidak hanya negara-negara berkembang, Amerika dan China sebagai dua raksasa ekonomi dunia pun tak luput dihantam krisis kepercayaan. Orang-orang memang sadar mereka butuh solusi dan pemimpin untuk bisa keluar dari kondisi buruk sekarang ini. Tapi tak ada satu pun yang bisa mereka percaya bisa melakukannya, baik pemimpin pemerintahan, eksekutif perusahaan, jurnalis, maupun pemimpin agama.

Global pandemik memang sudah membuat orang-orang tidak tahu lagi harus mempercayai sumber informasi yang mana. Kepercayaan orang terhadap semua sumber berita anjlok ke level terendah. Kepercayaan orang terhadap sosial media turun 35%, media internal atau website resmi institusi turun 41%, dan yang terparah turun 53% kepercayaan di media massa.

Isu ketidakpercayaan ini seharusnya membuat resah para pemimpin di dunia. Tapi mungkin juga ada pemimpin yang menganggap masalah kepercayaan ini adalah masalah kecil yang bisa direkayasa. Sedikit kosmetik dan kata-kata manis yang membangkitkan semangat bakal menambal masalah ketidakpercayaan. Atau mungkin tambahan bujet kepada para influencer dan buzzer akan mengatasi semua ketidakpercayaan itu. Bahkan mungkin beberapa aksi mereka bisa merebut kepercayaan masyarakat banyak.

Kita semua memang tentu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Mungkin saja para ahli ilmu komunikasi akan menemukan Komunikasi 2.0 yang mampu mendogma masyarakat sehingga semua kata-kata yang keluar lewat channel mereka bisa 100% dipercayai para pembaca, pendengar, atau penontonnya.

Tapi apa pun itu, para pemimpin di dunia ini butuh kepercayaan orang-orang yang dipimpinnya untuk bisa tetap memimpin dengan baik. Saya pribadi berharap, isu besar ini diselesaikan dengan cara-cara manual atau tradisional.

Penulis : Djumyati Partawidjaya

Redaktur Pelaksana




TERBARU

[X]
×