kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indikator Terpenting

oleh Hasbi Maulana - Managing Editor


Selasa, 24 Maret 2020 / 14:13 WIB
Indikator Terpenting
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Mungkin belum pernah terjadi dalam sejarah, penduduk di seluruh dunia beramai-ramai memelototi angka-angka indikator yang sama. Dari hari ke hari, orang mengikuti perkembangan kasus Covid-19. Angka-angka yang menunjukkan kasus baru, angka korban meninggal, serta jumlah pasien yang sembuh.

Ketika virus korona baru menjangkiti Wuhan, Hubei, China, dunia internasional turut mengikuti perkembangan wabah di kota itu. Kini, ketika Covid-19 sudah menjangkiti negara masing-masing, orang pun harap-harap cemas memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di negaranya sendiri.

Bagi banyak kalangan, mengikuti perkembangan kasus korona sudah menjadi keharusan. Data-data wabah ini tidak lagi dibaca sebagai data mandiri, tapi sudah menjadi variabel yang dianggap mempengaruhi data lain. Tak sedikit orang yang mulai mengaitkan perkembangan kasus Covid-19 dengan proyeksi ekonomi, suku bunga acuan, nilai tukar mata uang, bahkan naik-turun indeks bursa saham sekaligus harga saham-sahamnya.

Entah sejauh mana sesungguhnya korelasi antara data perkembangan kasus Covid-19 dengan indikator-indikator penting ekonomi tersebut. Perlu bukti secara statistik agar bisa disimpulkan secara lebih akurat.

Namun demikian tidak bisa kita pungkiri bahwa perkembangan kasus Covid-19 saat ini sangat mendominasi pertimbangan para pemegang kebijakan dalam merumuskan kebijakan. Penurunan bunga acuan oleh bank sentral di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS), beberapa waktu terakhir, misalnya, sangat dipengaruhi oleh perkembangan kasus korona.

Selain itu, perkembangan data kasus korona telah mendorong pemerintah di banyak negara untuk merevisi pertumbuhan ekonominya. Dari semula pertumbuhan positif, sebagian negara merevisi angka pertumbuhan menjadi nol persen, malah sebagian proyeksi pertumbuhan menjadi negatif.

Sampai di titik ini, perhatian orang terhadap kasus korona terpecah. Ada yang semata-mata mencermati perkembangan kasus agar segera mendapatkan informasi awal untuk bisa beraktivitas normal lagi: bisa jalan-jalan lagi, bisa kumpul-kumpul lagi, dan semacamnya. Namun, ada pula orang yang mulai berpikir jauh: masa depan dunia pasca era pandemi Covid-19.

Sedihnya, mana pun fokus perhatian tertuju, kini kita masih berada dalam satu kondisi yang tak terbantahkan: tidak tahu.

Penulis : Hasbi Maulana

Managing Editor




Close [X]
×