kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Industri aluminium kelas dunia


Selasa, 03 September 2019 / 13:35 WIB
Industri aluminium kelas dunia

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Indonesia merupakan negara yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, salah satunya sumber daya bijih bauksit. Menurut data Kementerian ESDM, sumber daya bijih bauksit Indonesia pada 2017 mencapai 3,05 miliar ton dengan cadangan terkira dan terbukti 1,6 miliar ton.

Data lain dari US Geological Survey menempatkan Indonesia di peringkat ke-6 dari seluruh negara di dunia yang memiliki cadangan bauksit terbesar. Sumber daya bauksit yang cukup besar ini dapat menjadi modal utama dalam pembangunan industri aluminium kelas dunia.

Selain itu, permintaan aluminium domestik pun terus tumbuh seiring pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk.

Menurut data World Bureau of Metal Statistics (WBMS), konsumsi aluminium primer Indonesia periode 2015, 2016 dan 2017 konsisten tumbuh positif yakni 9,04%, 11,4% dan 4,7%. Ke depan, Inalum memperkirakan proyeksi konsumsi aluminium primer domestik pada periode 2019 2026 akan tumbuh di kisaran 4% 8% setiap tahun.

Namun hal yang patut menjadi catatan adalah konsumsi aluminium domestik yang terus tumbuh ini tidak diimbangi peningkatan kapasitas produksi aluminium domestik. Akibatnya, volume impor aluminium terus meningkat dan neraca perdagangan produk aluminium Indonesia cenderung terus melebar. Pada 2008, defisit neraca produk aluminium Indonesia hanya US$ 0,4 miliar. Pada 2018, angka defisit neraca perdagangan aluminium meningkat menjadi US$ 1,4 miliar.

Dibagi menurut rantai nilai industri aluminium, Indonesia saat ini unggul pada ekspor bijih bauksit dan ekspor alumina. Indonesia sudah terkenal sebagai pengekspor bijih mineral termasuk bauksit. Namun untuk ekspor alumina, Indonesia baru mencatatkan surplus selama dua tahun terakhir yakni pada 2017 dan 2018.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×