Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.460
  • EMAS662.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Industri musik dan strategi kebudayaan

Rabu, 13 Maret 2019 / 14:20 WIB

Industri musik dan strategi kebudayaan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertekad menjadikan musik sebagai strategi besar kebudayaan Indonesia. Presiden juga berharap agar industri musik nasional memiliki visi yang kuat untuk jangka panjang.

Melihat kondisi saat ini, perlu mengelola sumber daya musik yang lebih baik lagi. Saatnya Indonesia mendesain ulang strategi pemasaran musik.

Pemerintah bertekad mengangkat kekayaan sumber daya musik tersebut dalam konteks pengembangan ekonomi dan industri kreatif di tanah air. Jangan sampai kekayaan musik yang merupakan karya kreatif anak bangsa yang sangat beragam mulai dari Sabang hingga Merauke tidak disertai ekosistem yang sehat sesuai dengan tantangan zaman.

Untuk mewujudkan ekosistem sumber daya musik yang baik, memerlukan strategi dan desain baru pemasaran musik nasional. Strategi ini yang mengedepankan sinergi antara industri musik dan inovator teknologi dalam negeri, sehingga tidak kalah langkah dengan industri musik global.

Desain baru pemasaran musik ini menuju kepada penyatuan antara kegiatan promosi dan distribusi. Kini kegiatan distribusi musik melalui toko musik maupun secara gerai online alias daring dalam kondisi yang penuh masalah. Hal ini terutama disebabkan oleh aktivitas mengunduh lagu dengan bebas dari internet yang melanggar hak cipta.

Perlu upaya pemerintah dan praktisi industri musik untuk menemukan langkah yang efektif. Pemerintah membutuhkan sistem yang bisa mendatangkan nilai tambah dan kepuasan lebih bagi masyarakat. Sistem tersebut bisa adaptif dan tidak kalah dengan sistem dunia berbasis cloud seperti Pandora, Spotify, iMusic (Apple), Amazon Cloud Drive (Amazon), Google Music dan lain-lain.

Di satu sisi, Pemerintah memang sudah menetapkan Hari Musik Nasional yang diperingati tiap 9 Maret. Dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional menyatakan musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multi dimensional, merepresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan serta memiliki peran penting dalam pembangunan.

Tujuan utama hari musik meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi para musisi, serta untuk meningkatkan prestasi dan nilai tambah ekonomi bagi musik Indonesia secara nasional, regional dan internasional.

Musik nasional berjaya sejak zaman perjuangan kemerdekaan. Pada era perjuangan, musik masih jauh dari aspek komersialisasi. Para musisi ketika itu tanpa pamrih menghibur dan memotivasi semangat perjuangan.

Pada saat ini industri musik sudah tidak lagi mengenal batas negara. Industri tersebut kini bagaikan mesin uang yang berputar kencang. Meskipun industri musik beberapa kali mengalami disrupsi inovasi, tetap saja komersialisasi musik terus berkembang dengan model bisnis yang mengalami perubahan bentuk.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0511 || diagnostic_web = 0.6167

Close [X]
×