kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Industri pariwisata potensial


Jumat, 22 Desember 2017 / 15:21 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tri Adi

Masa libur yang banyak di Indonesia memang menguntungkan sektor pariwisata. Bahkan di saat sektor lain lesu, sektor pariwisata semakin berkembang.

Namun ada sejumlah hal yang harus disiapkan dan ditata untuk memajukan  sektor pariwisata supaya selalu siap menyambut wisatawan. Kalau tidak, maka peluang-peluang di pariwisata bisa terlewatkan.

Kita harus mengambil pelajaran dari efek meletusnya Gunung Agung, Bali. Pertama, bencana tersebut menjadi pukulan telak tak hanya bagi industri pariwisata Bali, tapi juga pariwisata nasional.

Kedua, calon wisatawan dapat diarahkan ke destinasi wisata selain Bali, seperti Labuan Bajo, Padang, Makassar dan Medan. Daerah wisata ini mempunyai potensi besar menggaet calon wisatawan baru masuk.

Tapi hal itu tidak tampak karena kita selalu mengandalkan Bali. Bagi saya memanfaatkan wilayah lain selain Bali sebagai destinasi wisata bisa jadi salah satu strategi menghadapi peak season, termasuk musim libur Natal dan Tahun Baru.

Namun pengembangan butuh banyak dukungan. Misalnya, daerah harus kerja keras membuat daerahnya menarik jadi destinasi wisata. Termasuk dukungan promosi dan ketersediaan infrastruktur.

Pelaku industri wisata juga harus mengambil peran. Biro perjalanan, hotel, restoran harus menggencarkan promosi.

Berbagai upaya tersebut sangat penting dilakukan agar destinasi selain Bali juga bisa tumbuh dan bertahan lama. Sehingga saat Bali kembali pulih, destinasi tersebut bisa memiliki daya saing pariwisata yang tak kalah dengan Bali.       

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×