kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ingat, Ini Baru Trailer


Rabu, 27 November 2019 / 08:50 WIB
Ingat, Ini Baru Trailer

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Ibarat menonton film, sejak beberapa pekan lalu rakyat Indonesia terus menerus mendapat suguhan trailer alias cuplikan film sebelum film sungguhan diputar. Acara pemanggilan para calon menteri oleh Presiden Joko Widodo ke istana beberapa waktu lalu adalah salah satu contoh trailer itu.

Masih lekat dalam ingatan kita, saat itu para calon menteri datang satu per satu menghadap presiden mengenakan baju putih. Usai bersua dengan presiden, mereka berbicara kepada wartawan mengenai isi pembicaraan dan kursi kabinet yang ditawarkan kepada mereka.

Alhasil, bahkan sebelum pelantikan para calon menteri itu sudah menjadi buah bibir. Dari mempersoalkan kompetensi, masyarakat sampai berspekulasi ini-itu. Tentu saja ada sebagian warga yang tak puas, namun tak kurang banyak pula orang yang menganggap para calon menteri waktu itu merupakan figur-figur unggulan yang pantas menjadi sandaran harapan.

Tak ada yang bisa memungkiri bahwa trailer itu berhasil mengundang perhatian serta rasa penasaran publik. Apalagi pengumuman resmi komposisi kabinet dibumbui sentuhan teatrikal adegan duduk di tangga istana segala. Sempurna.

Sengaja atau tidak, beberapa hari lalu trailer semacam itu dengan skala lebih kecil terulang kembali. Mungkin belum pernah terjadi wacana pergantian komisaris dan direksi BUMN begitu menarik perhatian masyarakat seperti kemarin.

Kabar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menjadi Komisaris Utama Pertamina sudah menjadi perbincangan panas sejak dua pekan lalu. Begitu pula ketika Chandra Hamzah, mantan komisioner KPK, menyambangi kantor Kementerian BUMN, orang bertanya-tanya dia akan menduduki kursi petinggi BUMN yang mana.

Kini ketika Ahok dan Chandra sudah mendapat kepastian posisinya, wacana pun berkembang: akankah Ignatius Jonan dan Susi Pudjiastuti juga akan menjadi bos BUMN? Orang pun berbincang ramai tentangnya.

Ah, tapi, seseru-serunya trailer, dia tetap bukan film sesungguhnya. Orang akan mengenang pertunjukan film yang utuh, bukan cuplikannya. Seasyik-asyiknya proses pemilihan menteri dan para petinggi BUMN, akhirnya orang akan menilai hasil kinerja mereka.

Kini, harapan rakyat begitu tinggi terhadap sosok-sosok terkenal atau baru terkenal yang menjadi menteri dan petinggi BUMN. Semoga kelak kita puas, semarem keluar dari bioskop usai menonton film apik.

Penulis : Hasbi Maulana

Managing Editor



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×