kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ingat, ya, soal Visi

oleh Hasbi Maulana - Managing Editor


Rabu, 18 Desember 2019 / 15:56 WIB
Ingat, ya, soal Visi
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Hampir dua bulan berlalu sejak Pemerintah Indonesia mengganti kabinet dengan yang baru. Masyarakat yang gemar memperhatikan putaran roda pemerintahan tentu mencatat bahwa banyak rencana kebijakan baru bermunculan. Beberapa menteri melahirkan wacana peraturan anyar yang pada prinsipnya, mestinya, merupakan cerminan pandangan dan gagasan masing-masing.

Berhubung sejak awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menekankan bahwa hanya ada yang namanya visi presiden dan tidak ada visi menteri, maka masyarakat sah untuk menganggap gebrakan baru menteri anyar sesungguhnya merupakan upaya untuk mewujudkan visi Presiden Jokowi.

Jadi, ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim berencana menghapus Ujian Nasional (UN), kita bisa menduga bahwa Presiden sendiri menghendaki lahirnya kebijakan yang mengundang polemik tersebut.

Begitu pula ketika Menteri BUMN Erick Thohir mengganti para direksi dan komisaris beberapa perusahaan plat merah, masyarakat patut menduga bahwa Presiden jua yang merasa para pentolan BUMN tersebut perlu diganti. Tentu demikian pula dengan gebrakan-gebrakan lain Erick yang membuatnya menjadi salah satu menteri yang paling cepat memikat perhatian masyarakat.

Oh, iya, boleh juga dong kita menyimpulkan bahwa rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk membuka kembali keran ekspor benih lobster juga merupakan upaya untuk menafsirkan dan merealisasikan visi presiden.

Seperti biasa, mengomentari wacana-wacana kebijakan baru tersebut sebagian warga masyarakat menganggapnya sebagai kewajaran. Ungkapan ganti menteri berarti ganti peraturan kembali populer. Ungkapan lawas itu seolah menjadi penanda kearifan lokal masyarakat terhadap fenomena copot pasang peraturan setiap ganti kabinet.

Nah, sampai di sini, timbul pertanyaan: Apakah sebagian visi presiden memang telah berubah sehingga para menteri juga perlu mengubah peraturan lama dengan yang baru? Atau, sebagian menteri di kabinet lama tak mampu mewujudkan visi presiden dalam pemerintahan lalu?

Apapun yang sesungguhnya terjadi, kita hanya bisa berharap kebijakan baru para menteri kali ini benar-benar sesuai dengan visi presiden. Dengan begitu kita tak akan kerap lagi membaca berita tentang presiden yang menganulir kebijakan menteri. Menteri-menteri yang pernah populer juga pada zamannya.

Penulis : Hasbi Maulana

Managing Editor




TERBARU

Close [X]
×