kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Investasi hijau dan komitmen korporasi


Jumat, 04 Oktober 2019 / 09:50 WIB

Investasi hijau dan komitmen korporasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat berjanji akan mencopot jajaran aparat keamanan, baik TNI maupun Polri di tingkat daerah jika tidak mampu menyelesaikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di wilayah teritorialnya. Memang ancaman Jokowi kepada aparat keamanan tersebut patut diacungi jempol, karena logikanya, jika benar-benar aparat keamanan sigap dan tanpa pandang bulu menjerat para pelaku pembakaran hutan dan lahan sampai ke akar-akarnya, maka bisa jadi bencana kebakaran hutan dan lahan yang menahun dapat terselesaikan.

Namun, apakah Anda sempat berpikir bahwa mengapa hanya pihak keamanan yang disorot serta diancam untuk menyelesaikan kasus kebakaran hutan dan lahan tersebut? Mengapa tidak dengan korporasi?

Pertanyaan tersebut cukup mendasar. Sudah menjadi rahasia umum bahwa korporasi kerap menjadi dalang di balik kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama ini. Permasalahan pembersihan lahan (land clearing) agar dapat dimanfaatkan kembali untuk berproduksi adalah salah satu alasan mengapa korporasi selama ini kerap berada di balik kasus karhutla.

Rendahnya komitmen korporasi dalam menjaga lingkungan tersebut, juga terlihat dari masifnya ekspansi perkebunan sawit di hutan primer maupun lahan prioritas restorasi gambut. Melalui pencitraan satelit Nasa, Madani Berkelanjutan menemukan lebih dari satu juta hektare (ha) kebun sawit yang tumbuh subur di lahan hutan primer dan lahan prioritas restorasi gambut tersebut.

Tepatnya, Madani Berkelanjutan menemukan sebanyak 1.001.474,07 ha perkebunan sawit milik 724 perusahaan berada di dalam hutan primer dan lahan gambut yang tersebar di 24 provinsi di Tanah Air. Lebih terperincinya, terdapat 384 perusahaan yang memiliki 540.822 ha perkebunan sawit yang berada di lahan gambut, kemudian 102 perusahaan dengan total kepemilikan sebanyak 237.928 ha perkebunan sawit di hutan primer, dan ada 238 perusahaan dengan total luasan perkebunan sawit sebanyak 222.723 hektare yang berada di kawasan hutan.

Dari jumlah itu, 333 perusahaan memiliki perkebunan sawit dengan total 506.333 ha yang berada di tujuh provinsi prioritas restorasi gambut. Bukan hanya itu, ditemukan juga lima perusahaan yang memiliki kebun sawit di daerah prioritas restorasi gambut yang masih tetap beroperasi sampai saat ini walau sempat terjerat kasus pembakaran hutan tahun 2016, tahun 2017, dan tahun 2019.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi

Video Pilihan


Close [X]
×