Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Jangan takut surplus listrik

Kamis, 30 November 2017 / 13:19 WIB

Jangan takut surplus listrik



Sebagian ekonom termasuk pemerintah, merencanakan kebutuhan listrik berdasarkan pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan pendekatan demand driven. Hitungannya, rata-rata dalam setiap pertumbuhan ekonomi 1%, dibutuhkan 1,8% pertumbuhan energi listrik.  Itu hitungan klasik yang digunakan hingga saat ini.

Pada saat perencanaan megaproyek  listrik 35.000 MW menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi 7% masih dianggap rasional. Tapi, pertumbuhan ekonomi tidak sesuai asumsi, sehingga akan surplus ketika target 35.000 MW terealisasi.

Kebijakan ini sebenarnya menurut saya bermasalah.Kalau pendekatannya demand driven, yang terjadi adalah di mana ada kebutuhan di situ akan disediakan. Apa yang terjadi? Pertama, pemerintah enggan membangun pembangkit atau mengembangkan kelistrikan di Luar Jawa yang permintaannya kecil.

Dampaknya, sekarang surplus listrik di Jawa dan Bali. Sementara di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua,  minus.

Akibatnya, pemerintah dan PLN ketar-ketir kalau 35.000 MW dibangun dan ternyata pertumbuhan ekonomi hanya 5%, bagaimana? Siapa yang akan mengonsumsi listrik?

Kedua, tadinya diharapkan industri yang menggunakan produksi listrik ini. Ternyata ada kebijakan kawasan-kawasan industri boleh membuat pembangkit listrik mandiri, seperti di Cikarang, Bekasi.

Menurut saya, menjadi supply driven, setiap ketersediaan energi listrik yang dikonsumsi oleh masyarakat justru akan menjadi economy driven atau penopang ekonomi. Setiap 1 Kwh listrik yang dikonsumsi masyarakat bisa meningkatkan pendapatan per kapita antara US$ 4-US$ 5.

Jika nanti surplus, ya, biarkan saja. Jangan takut.  Justru bisa ditawarkan untuk dijual atau ready stock. Sehingga industri bersemangat investasi. Sebab biasanya pertumbuhan industri atau pertumbuhan wilayah ukurannya empat. Yakni kesiapan infrastruktur transportasi, sumber energi termasuk listrik, SDM, dan ketersediaan stok bahan baku.

Reporter: Mila Sari

TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×