Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Jebakan negara pendapatan menengah

Selasa, 12 Maret 2019 / 15:44 WIB

Jebakan negara pendapatan menengah

Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. BPS menyebut, pendapatan per kapita per tahun 2018 mencapai US$ 3.927. Angka ini naik dari tahun lalu US$ 3.876. Meski naik, status Indonesia masih dikategorikan low middle income countries belum upper middle income countries.

Memang pendapatan per kapita Indonesia US$ 3.927, masuk kategori upper middle income countries Bank Dunia. Namun Bank Dunia menggunakan Pendapatan National Bruto (PNB). Sementara BPS menggunakan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sehingga status Indonesia masih sebagai low middle income countries.

Sebagai informasi, Middle Income Countries (MIC) merupakan klasifikasi negara yang dikeluarkan Bank Dunia, yang diukur dari PNB kapita setiap negara. Bank Dunia membagi MIC menjadi dua kelas yaitu Low MIC dengan pendapatan per kapita US$ 996–US$ 3.896. Sementara Upper MIC dengan pendapatan per kapita US$ 3.896–US$ 12.055.

Kedua kelas inilah yang harus dilalui sebuah negara hingga akhirnya menyandang status sebagai negara pendapatan ekonomi tinggi dengan pendapatan per kapita mencapai diatas US$ 12.056.

Di beberapa kasus, negara yang masuk MIC terjebak kategori ini dalam jangka waktu lama. Kondisi ini dikenal dengan Jebakan Negara Pendapatan Menengah.

Lalu dimana posisi Indonesia? Saat ini Indonesia masih berstatus sebagai negara middle income countries. Indonesia menyandang status negara MIC sejak 1996.

Menurut studi Felipe (2012) sebuah negara memiliki waktu 42 tahun untuk keluar dari kategori middle income country. Ini didasarkan pengalaman empiris dari negara-negara yang mengalami dan tidak mengalami middle income trap. Jika merujuk data ini, maka waktu yang tersisa bagi Indonesia untuk keluar dari middle income trap adalah 19 tahun lagi.

Terperangkap di negara pendapatan menengah tentu bukan pilihan. Indonesia akan mengalami beberapa konsekuensi seperti menurunnya nilai investasi swasta, rendahnya serapan angkatan kerja dan nilai tambah industri.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0440 || diagnostic_web = 0.4829

Close [X]
×