kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Karpet merah investasi Jawa Barat


Sabtu, 06 Juli 2019 / 10:50 WIB

Karpet merah investasi Jawa Barat

Pada April 2019 saya melakukan perjalanan dinas ke sejumlah negara Timur Tengah, Maroko, Aljazair dan Uni Emirat Arab selama satu pekan dengan agenda luar biasa padat. Ini perjalanan penting guna membuka peluang kerjasama berbagai sektor khususnya ekonomi dengan para pengusaha di kawasan itu. Meski, dari Rp 116 triliun penanaman modal asing (PMA) ke Jawa Barat (Jabar) tahun lalu, realisasi dan minat investasi Timur Tengah ke provinsi ini tak tinggi-tinggi amat.

Ini merupakan tantangan. Sejak dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat September 2018, kami memastikan modal pembangunan bisa didatangkan lewat banyak pintu dengan strategi yang tepat. Saat ke Timur Tengah, saya belajar keras menguasai Bahasa Arab, minimal berguna untuk lobi.

Hasilnya, sejumlah pertemuan dengan pemangku kebijakan hingga Chief Executive Officer (CEO) perusahaan besar di negara tersebut membuahkan hasil. Bahkan, saat bertandang ke Dubai dan Abu Dhabi, banyak investor antri bertemu. Alhamdulillah.

Keseriusan meraih investasi dari negara Timur Tengah tentu tidak membuat kami mengabaikan investasi dari negara-negara atau swasta lainnya. Namun, jika Jawa Barat ingin menjadi primadona investasi tentu kami harus mempersiapkan banyak kemudahan dan tawaran.

Kami terbuka dengan investasi asing. Dari Timur Tengah hingga Asia Timur serta Barat. Selama itu bermanfaat untuk masyarakat Jawa Barat. Investasi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan, meningkatkan daya saing, dan saling menguntungkan.

Investasi di Jawa Barat juga mengedepankan inclusive economy. Artinya investasi yang ada tidak hanya dirasakan di tingkat kota atau industri namun memiliki dampak pada masyarakat luas hingga ke pedesaan.

Dalam hitungan saya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membutuhkan anggaran Rp 100 triliun untuk mewujudkan sejumlah program dan infrastruktur strategis dalam lima tahun ke depan. Dari mana duitnya? Kontribusi APBN dan APBD pada pembangunan sangat kecil sekali, 14%. Laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang selalu diatas rata-rata nasional, harus diakui digerakkan oleh peran besar swasta.

Artinya, kontribusi dunia usaha menjadi andalan kami mengakselerasi sejumlah program. Baik swasta asing maupun lokal serta BUMN kini dipastikan bisa menjadi mitra strategis Pemprov Jabar. Terobosan ini sejalan dengan era birokrasi dinamis yang tengah saya terapkan, bahwa saat ini pembangunan tidak harus dilakukan oleh pemerintah.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.1566

Close [X]
×